Bikin Geger Dan Berbuat Rusuh Di Hotel Madinah, Jamaah Haji Ini Diamankan Ke Kantor Haji Indonesia



Berita Haji - Seorang jamaah haji membuat geger seluruh petugas Kantor Daerah Kerja (Daker) Madinah, Arab Saudi, Sabtu (12/8/2017) pagi.

Bikin Geger Dan Berbuat Rusuh Di Hotel Madinah, Jamaah Haji Ini Diamankan Ke Kantor Haji Indonesia
Jamaah haji yang mengalami demensia dalam penanganan petugas KKHI Madinah, Arab Saudi, Sabtu (12/8/2017) pagi.


Jamaah haji tersebut diketahui berasal dari Payakumbuh, Sumatera Barat. Dia berteriak ingin pulang dan membuat keributan di hotel sehingga langsung diamankan menuju Kantor Daker Madinah.

Di kantor Daker Madinah, jamaah haji yang telah berusia 70 tahun tersebut tetap mencari-cari jalan pulang ke rumahnya. Bahkan pergi ke kamar-kamar yang ada di lantai dasar Kantor Urusan Haji Indonesia.

Sebelum memasuki kantor, kakek itu sempat dikunci di dalam mobil agar tidak kabur.

"Sejak pukul 03.00 WAS tingkahnya seperti itu," ujar Kepala Seksi Perlindungan Jamaah (Linjam) Daker Madinah, Ali Nurokhim.

Dokter dari Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah pun dipanggil ke kantor Daker. Sekitar pukul 06.45 Waktu Arab Saudi (WAS) atau 10.45 WIB, Kepala Sub Seksi KKHI Ika Nurfarida Sholeh dan timnya datang dengan dua mobil ambulans.

Ika lantas memberikan suntikan penenang. Tidak lama kemudian jamaah tersebut mulai tenang dan akhirnya tertidur. Pada pukul 07.00 waktu setempat, jamaah tersebut dibawa ke KKHI untuk mendapatkan penanganan secara fisik maupun mental.

Ika menjelaskan, setelah tenang, jamaah akan dimintai keterangan untuk mencari penyebab gejala dan potensi solusinya. Dia mengungkapkan, kasus ini bukan yang pertama.

"Gangguan perilaku kemungkinan karena dimensia," kata Ika yang merupakan spesialis kejiwaan.

Dimensia adalah kemunduran fungsi dan struktur otak karena usia. Ketika ada perubahan situasi lingkungan, jamaah demensia mengalami kebingungan. Jamaah bisa mengalami disorientasi jika menghadapi situasi yang berbeda dengan biasanya, seperti perbedaan waktu dan situasi sekeliling.

"Kami berusaha seoptimal mungkin menenangkan secara persuasif. Hanya berupa obat-obatan untuk menekan psikomotor dan menidurkan," tutur Ika.

Efek obat penenang itu pun tidak lama. Hanya sekitar 30 menit sampai satu jam. Dimensia tidak bisa dihentikan, tapi hanya bisa dikendalikan gejalanya dengan memberikan obat-obatan dan dukungan dari lingkungan sekitar.

"Kita hanya kendalikan perilakunya tapi tidak proses penyakitnya," katanya.

Sejak pemberangkatan jamaah pada Jumat (28/7/2017) hingga hari ini, tim KKHI menangani 18 kasus serupa. Sebanyak 15 jamaah haji sudah pulih kembali ke penginapannya dan bergabung dengan rombongannya.



Loading...