Banyak Yang Gunakan Gelar 'Haji', Sebenarnya Adakah Gelar Haji Dalam Islam?



Setiap umat Islam tentu mendambakan supaya dirinya bisa pergi ke tanah suci Makkah untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima, yakni ibadah haji, sehingga sebagian dari mereka yang puas dan merasa bangga setelah dirinya melengkapi Islamnya dengan melaksanakan ibadah haji.

Maka, muncul tradisi dengan memberikan gelar 'Haji' dan 'Hajah' bagi mereka yang telah menunaikannya.

Banyak Yang Gunakan Gelar 'Haji', Sebenarnya Adakah Gelar Haji Dalam Islam?


Lalu, apakah hukum dari gelar haji? Sebenarnya, Adakah Gelar Haji Dalam Islam?

Banyak yang Gunakan Gelar 'Haji', Sebenarnya Adakah Gelar Haji Itu?

Ketahuilah, bahwasanya tidak ada gelar haji dalam Islam, sama juga tidak ada gelar untuk rukun-rukun Islam yang lainnya. Hanya haji ini telah menjadi kebanggaan seorang muslim maka tidak ada gelar untuk Nabi Muhammad atau sahabat-sahabat yang lainnya.

Di zaman Rasulullah, para sahabat dan tabi'in maupun era tabi'uttabi'in pun tak ada yang namanya gelar 'Haji'. Jika memang benar ada maka yang lebih berhak memiliki gelar haji adalah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam. Selain itu, gelar haji juga bisa menimbulkan sebagian orang untuk berbuat sombong dan riya.

"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri." (QS. Luqman: 18)

Karena sejatinya ibadah itu tidak melahirkan gelar, tapi yang dikejar dalam ibadah adalah predikat 'takwa'.

Oleh karena itu gelar Haji memang tidak diperlukan, tapi jika dibutuhkan untuk kemaslahatan tentu diperbolehkan, mungkin juga untuk menghormati orang lain yang telah berhaji atau agar yang bersangkutan menjadi pribadi yang bisa menjadi contoh bagi orang lain di sekitarnya.

Baca Juga: Oalah, Ternyata Ini Sebab Gelar Haji Jadi Nama Depan Di Indonesia

Jadi, belum tentu juga orang yang punya gelar haji itu riya'.

Wallahu A'lam.


loading...