Subhanallah, Muncul Sosok Misterius Berjubah Hijau di Makkah, Benarkah Dia Guru Nabi Musa?

Diposting pada

Sesosok lelaki bertubuh tinggi besar dengan jubah hijau sederhana dan bersajadah hijau tampak sedang sujud dengan khusyu’ di depan Ka’bah.

Terlihat baju hijau nan sederhana itu dan dijahit secara sederhana pula.

Lelaki ini tampak begitu bersahaja dan dengan senyum ramah.

Subhanallah, Muncul Sosok Misterius Berjubah Hijau di Makkah, Benarkah Dia Guru Nabi Musa?

Sosok misterius ini sempat membuat heboh kalangan warganet, karena kesederhanaannya, sikapnya yang selalu melempar senyum dengan tangannya tetap memegang tasbih.

Bahkan para penjaga atau polisi di sekitar pun kenal kepadanya dan menyapanya dengan ramah.

Namun bukan karena sikapnya yang luar biasa itu yang menjadi perhatian, bukan pula karena jahitan di jubah sederhana itu yang membuat heboh.

Tetapi komentar para warganet yang menyebutnya sebagai sosok yang memang sengaja dimunculkan Allah SWT.

Di sisi lain, terdapat netizen yang menilai sosok tersebut adalah keturunan Bilal bin Rabah, mengingat tasbih yang ia pakai diketahui berjumlah 1000 butir.

Kendati demikian, ada netizen yang mengungkapkan bahwa pria berjubah hijau tersebut disebut-sebut diklaim sosok Nabi Khidir atau salah seorang guru Nabi Musa ‘alaihissalaam yang sebagian menilai masih hidup di dunia.

Nabi Khidir sendiri dikenal sebagai sosok yang lekat dengan hal serba hijau.

Banyak yang memuji pria ini adalah sosok yang luar biasa, berdakwah dengan sikapnya dan menunjukkan bahwa tidak perlu pakaian tetapi hati dan keimanan yang paling tinggi dihadapan Allah.

Foto ini awalnya pertama kali diunggah oleh Mohd Ali, lewat akun facebook @mohd.ali.94009841.

Ia memuji pria misterius ini dan mengklaim sempat bersalaman dengannya.

Subhanallah, Muncul Sosok Misterius Berjubah Hijau di Makkah, Benarkah Dia Guru Nabi Musa?

“Saya ditakdirkan untuk bertemu insan yg hebat ini di dataran Ka’bah pagi ini (31 Mei 2017) sebelum waktu duha, Makkah.

Beliau khusyuk berzikir sambil merenung dihadapan Ka’bah.

Ia juga berbekalkan baju jubah hijau yang kainnya disambung jahit tangan, tasbih dan tongkat.

“Setiap pegawai masjidil haram yang melintas di dekat beliau pasti akan menegur sapa, membuat saya terfikir, siapakah beliau sebenarnya?”

Postingan ini sendiri diunggah pada 31 Mei sekitar pukul 22.42.

Namun baru menjadi heboh dan viral di dunia maya Minggu (11/6/2017) kemarin.

Tidak ada ending dari postingan ini, karena Mohd Ali kemudian memposting akhir dari perjalanannya yang penuh dengan berkah.

Misi perjalanan Umrah 2017 berada dipenghujung episodnya.

Kami tiba dengan selamat di KLIA dan Sg Petani.

Terima kasih kepada semua ahli rombongan, terutama sekali mutawif Ustaz Nadzim dan Al-Irfan Travel.

Ada rezeki kita bersama lagi.

Mengiringi doa agar ibadat yg kita lakukan diterima Allah.

Barakallah…”

Demikian komentar dengan tertanda DR. HJ MOHD ALI & PN HJH JURIAH.

Banyak netizen memberikan komentarnya terkait kemunculuan sosok yang cukup misterius ini, antara lain :

Azlan Iskandariah : “Berjubah hijau?… Sejadah pun hijau?? …. “Tangkap dan peluklah” beliau… Baru tau dan kenal “siapa” dia. Wallahu A’alam.”

Esh Esh : “Dia hamba Allah yg lebi tawaduk dpd kita..mgkin dia org kaya yg mmilih cara hidup miskin..wallahu alam.”

Sang Sapurba : “Sesungguhnya Allah tidak memandang kpd rupa paras dn harta kamu sebaliknya Allah memandang kpd hati2 kamu dan amalan kamu.”

Johana Johari menganjurkan kepada Mohd Alo. “Cuba berjabat salam…insyaallah dpt rasa…”

Sementara dijawab Mohd Ali : “Saya dah bersalam, dihati pun ada duk rasa, ttp tak berani nak kata apa2…” balas Ali.

Ada pula yang menyebut bahwa sosok luar biasa ini merupakan utusan Allah yang sedang berdakwah.

Seperti diungkapkan netizen bernama Asya Asri :”Tiba2 rasa insaf dan nak jadi baik bila tengok gambar dia… Betulla org kata, kdg2 nak berdakwah tak perlu Lisan cukup dengan perbuatan.” jelasnya.

Sementara Mohd Jaafar Jasaku mengatakan “Teringat akan kesederhaan sabat Nabi.”teringat kisah sahabat saidina Bilal bin Rabbah.”

Azim Mejan Kawan menambahkan : “Sy kata kemungkinan sheikh abdullah . Penjaga kaabah.” jelasnya.

Sementara ada pula yang jika pria ini memberikan contoh dan berdakwah.

Karena dakwah tidak harus selalu lewat lisan, ada kalanya lewat perbuatan seperti yang sedang dia lakukan.

Namun ada pula netizen seperti percaya jika dia adalah utusan Allah Nabi Hidir ‘alaihissalaam yang merupakan Guru Nabi Musa ‘alaihissalaam.

Subhanallah, Muncul Sosok Misterius Berjubah Hijau di Makkah, Benarkah Dia Guru Nabi Musa?

Sham Jay misalnya mengatakan : “Kalau ikut kisah ada orang kata Nabi Khidir nie selalu pakai serba hijau ….”

Sementara Fairuz Mazelan Mahadhir Mohamed Iz Zat menimpali penjelasan Sham : “nabi penjaga alam air..”

Sementara Muhammad Nur Arief Nurudeen Ade mengatakan : “sesape boleh cerita pasal nabi khidir.?”

Ahmad Syifa’ juga menambahkan : “Guru kepada nabi musa a.s.. ada ulamak kata beliau masih lagi hidup dan ada yg kata beliau telah meninggal dunia.. nabi khidir berasal dari perkataan khidrun yakni hijau.. mmg beliau suka berpakaian hijau.. antara mukjizatnya ble berjalan di pdang pasir tumbuh rumput. Wallahualam.”

Selanjutnya Muhammad Shahir Razalli mengaku begini:”Teringat Kisah Nabi Khidir a.s.. Arwah Tok Guru Haji Daud Bukit Abal pernah berjumpa dgn nya.. Baginda memakai jubah berwarna hijau.. Jubah yg lusuh.. Tpi sgt wangi bau nya.”

Subhanallah, Muncul Sosok Misterius Berjubah Hijau di Makkah, Benarkah Dia Guru Nabi Musa?

Hingga berita diturunkan, postingan ini sudah disukai lebih dari 3,4 ribu orang, dan dibagikan sebanyak 1.521 kali.

Sementara itu sampai sekarang sudah mencapai ribuan komentar yang rata-rata percaya jika dia merupakan orang pilihan.

Yang jelas dia telah mengajarkan kepada kita semua bahwa menghadapi Allah ada yang penting bersih dan suci, bukan karena kemewahan pakaian yang dikenakan. Allahu Akbar.

KISAH NABI KHIDIR

Hingga kini dia masih hidup dan menurut kisah dalam Al Quran berada di antara pertemuan antara aliran laut dan sungai.

Kisah Nabi Khidir ‘alaihissalaam memang sarat pesan dan hikmah bijak.

Sebab dia kerap disebut sebagai guru dari Nabi Musa ‘alaihissalaam.

Namun dibalik semua adalah kebesarannya, kekuatannya melihat masa depan yang penuh dengan hikmah bagi kaum muslimin.

Nabi Khidir memang tidak dikisahkan bagaimana masa kecilnya.

Sebab kisahnya tertulis dalam Jurnal 1001 Kisah Teladan Muslim.

Bahwa kisah hidupnya dimulai dengan menerima wahyu melalui mimpi, dimana pada suatu malam ia bermimpi mendapat perintah. Perintah tersebut berbunyi: “Esok engkau dikehendaki keluar dari rumah pada waktu pagi menghala ke barat.”

Begitu bunyi bait pertama kepada Nabi Khidir.

Dia harus menjalankan lima perintah demi ridha Allah SWT.

“Engkau juga dikehendaki berbuat, pertama apa yang engkau lihat (hadapi) maka makanlah, kedua engkau sembunyikan, ketiga engkau terimalah, keempat jangan engkau putuskan harapan, dan yang kelima larilah engkau daripadanya.”

Memakan Bukit

Maka berangkatlah Nabi Khidir.

Dia kemudian berjalan sesuai petunjuk ke arah barat. Namun baru beberapa kilo keluar dari rumahnya, Nabi Khidir dipertemukan dengan perintah pertama.

Dia bingung karena yang diperintahkan pertama itu adalah memakannya.

Sementara yang ia temui adalah sebuah bukit.

Karena kebingungan itu ia bergumam dalam hatinya.

“Aku diperintahkan memakan pertama aku hadapi, tapi sungguh aneh sesuatu yang mustahil yang tidak dapat dilaksanakan”.

Meski bingung, Nabi yang kenal pandai dan cerdas itu terus berjalan menuju ke bukit itu dengan hasrat untuk memakannya.

Ketika ia menghampirinya, tiba-tiba bukit itu mengecilkan diri sehingga menjadi sebesar buku roti.

Hal inilah yang membuat heran, tetapi dia tahu itu semua kehendak Allah SWT.

Maka Nabi Khidir itu pun mengambilnya lalu disuapkan ke mulutnya.

Bila ditelan terasa sungguh manis bagaikan madu.

Ia pun mengucapkan syukur.

“Alhamdulillah perintah pertama sudah aku kerjakan semoga Allah memudahkan pelajaran yang tersirat ini”, katanya.

Kisah Dengan Mangkuk Emas

Setelah menyelesaikan perintah pertama, Nabi Khidir meneruskan perjalanannya lalu bertemu pula dengan sebuah mangkuk emas.

Ia teringat akan arahan mimpinya supaya disembunyikan.

Untuk itu ia bersegera menggali sebuah lubang lalu ditanamkan mangkuk emas itu dan kemudian ia tinggalkan begitu saja.

Setelah meninggalkan beberapa langkah.

Tiba-tiba mangkuk emas itu keluar seperti semula.

Nabi itu pun menanamkannya kembali.

Kejadian itu berulang-ulang hingga tiga kali berturut-turut.

Maka berkatalah Nabi Khidir.

“Aku telah melaksanakan perintah-Mu ya Allah”.

Kisah dengan Nabi Musa

Suatu hari, seorang dari Bani Israil menemui Musa dan kemudian bertanya,

“Wahai Nabiyullah, adakah di dunia ini orang yang lebih berilmu darimu ?” ujarnya.

Tersentak, Nabi Musa pun jelas menjawab, “Tidak”.

Tentu saja, siapa yang mampu menandingi ilmu Musa, utusan Allah kala itu.

Sumber tuntunan agama dan sumber pengetahuan wahyu Allah ada di genggaman Musa.

Ia memiliki Taurat dan beragam mukjizat dari-Nya.

Namun, rupanya Allah memiliki hamba lain selain Musa yang lebih berilmu.

Allah pun menegur dengan mewahyukan pada Musa bahwa tak seorang pun di muka bumi yang mampu menguasai semua ilmu.

Tak hanya Musa, di belahan bumi lain pun terdapat seorang yang memiliki ilmu luar biasa.

Ilmu itu tak dimiliki Musa sekalipun.

Orang itu juga seorang Nabi.

Mengetahui hal tersebut, sontak Musa pun ingin berguru pada orang tersebut.

Ia bersemangat ingin menuntut ilmu dan menambah pengetahuannya.

Singkat cerita Musa kemudian melakukan pencarian.

Ketika mereka telah Sampai pada tempat yang mereka tuju dan bertemu dengan sosok pria yang wajahnya tertutup sebagian oleh kudung.

Sikapnya tegas menunjukkan kesalehannya.

Pria itu ialah Nabi Khidir ‘alaihissalaam.

“Bolehkah aku mengikutimu agar kau bisa mengajarkanku sebagian ilmu di antara ilmu-ilmu yang kau miliki ?” ujar Nabi Musa kepada Khidir ‘alaihimassalaam.

Nabi Khidir menjawab,

“Sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan sanggup bersabar bersama-samaku” (Surah Al-Kahfi : 67)

“Wahai Musa, sesungguhnya ilmu yang kumiliki ini ialah sebagian dari pada ilmu karunia dari Allah yang diajarkan kepadaku tetapi tidak diajarkan kepadamu wahai Musa.

Kamu juga memiliki ilmu yang diajarkan kepadamu yang tidak kuketahuinya”, Nabi Musa berkata,

“Insya Allah tuan akan mendapati diriku sebagai seorang yang sabar dan aku tidak akan menentang tuan dalam sesuatu urusan pun”. (Surah Al-Kahfi : 69).

Dia (Khidir) selanjutnya mengingatkan,

“Jika kamu mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan kepadaku tentang sesuatu pun sehingga aku sendiri menerangkannya kepadamu”. (Surah Al-Kahfi : 70)

Nabi Musa mengikuti Nabi Khidir dan terjadilah peristiwa yang menguji diri Musa yang telah berjanji bahwa Nabi Musa tidak akan bertanya mengenai sesuatu tindakan Nabi Khidir.

Baca Juga: Mengungkap Hikmah Kisah Nabi Musa Dan Khidir

Setiap tindakan Nabi Khidir itu dianggap aneh dan membuat Nabi Musa terperanjat.

Loading...