Jakarta Diteror Kejahatan Sadis, Kapolda Ijinkan Warga Bawa Senjata Ini

Jakarta Diteror Kejahatan Sadis, Kapolda Ijinkan Warga Bawa Senjata Ini

author photo
Tindak kejahatan dan aksi kriminal yang kerap terjadi akhir - akhir ini membuat banyak pihak geram. Berbagai kejahatan yang mengancam nyawa bahkan kerap terjadi di Jakarta.

Reda isu gangster dan gang motor, kini di bulan puasa Ramadhan, perampokan berdarah jadi teror tersendiri bagi warga DKI Jakarta. Lalu bagaimana sikap Polda Metro Jaya atas hal ini?

Jakarta Diteror Kejahatan Sadis, Kapolda Ijinkan Warga Bawa Senjata Ini
Kapolda Metro Jaya Ikut Gotong Jenazah Italia


Seperti dilansir dari CNN Indonesia, menyikapi suasana yang tak lagi aman ini, Kapolda Metro Jaya, Mochamad Iriawan memberikan ijin kepada warga yang ingin melengkapi diri dengan senjata.

Namun jelas bukan sembarang senjata yang dimaksud oleh Iriawan, ia merekomendasikan dan mempersilahkan warga untuk bisa memakai senjata kejut atau strom elektronik, atau kerap disebut dengan stun gun. Hal ini dibutuhkan untuk membela diri ketika bertemu dengan pelaku kejahatan yang sadis.

Pernyataan mengejutkan ini disampaikan Iriawan, mengingat rentetan kejadian perampokan dan perampasan jalanan yang berakhir dengan tertembaknya dua korban. Davidson Tantono di SPBU Cengkareng, Jakarta Barat dan Italia Chandra Kirana di Karawaci Tangerang baru – baru ini.

“Jika membela diri bisa. Silakan, tidak masalah asal ada perizinannya,” kata Iriawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/06/2017).

Khusus untuk korban Italia, Iriawan mengatakan bahwa wanita itu termasuk warga yang berani merespon kejahatan yang terjadi di lingkungannya.

Diketahui, ketika hendak mencegah pelaku yang mau mencuri motornya, korban Italia sempat berteriak maling, dan ia juga memberikan perlawanan. Sangat disayangkan wanita pemberani tersebut akhirnya meninggal dunia setelah terkena tembakan senjata api dari salah satu pelaku.

“Korban (Italia) memang berani dan cukup cerdik,” ujarnya.

Iriawan menambahkan, pihaknya sedang melakukan pengajaran terhadap pelaku, baik kawanan perampok di Cengkareng maupun di Karawaci.

Iriawan pun berpesan agar polisi tidak segan-segan memberikan tindakan tegas kepada pelaku jika tertangkap nantinya.

“Kami akan buru pelakunya semaksimal mungkin karena cukup sadis,” kata Iriawan.

Wakil Kapolda Metro Jaya Brigadir Jenderal Suntana sementara itu mengatakan, pihaknya belum mendapatkan hasil resmi puslabfor terkait senjata yang digunakan oleh pelaku perampokan.

Iriawan mengharapkan, semua warga di DKI Jakarta dan sekitarnya bisa terus berhati – hati dalam segala aktivitas, bukan hanya ketika di luar rumah. Serta bisa secepatnya melaporkan kepada petugas bila menemukan hal – hal yang dicurigai yang ada di sekitarnya.
Next article Next Post
Previous article Previous Post