Rasulullah dan Sahabat Selalu Shalat Berjama’ah di Masjid, Kita?

Diposting pada

Subhanallah sahabat shalehku, Jika sungguh-sungguh cinta Allah dan benar benar ingin selamat di akhirat, pasti selalu senang dan semangat berjama’ah di masjid.

Rasulullah dan Sahabat Selalu Shalat Berjama'ah di Masjid, Kita?

Begitu senangnya berjamaah di masjid, ia tidak peduli perbedaan yang tidak prinsip, apakah masjidnya berqunut atau tidak, berzikir jahar atau siri, berdoa bersama atau tidak, Muhammadiyah atau NU, pakai kopiah atau peci, sarungan atau pakai celana, ia selalu shalat berjamaah di masjid tanpa memperdulikan itu semua.

Karena paham benar “fadhooil” keutamaan berjamaah di masjid, ia hormati perbedaan kecil yang tidak pokok itu, yang terpenting dirinya selalu berjama’ah di masjid berkumpul dengan saudara-saudara seiman. Mencari cari alasan tidak mau ke masjid sebenarnya hanya karena cinta dunia lalu malas. Ini justru terjadi pada orang-orang pintar bahkan yang pintar agamanya.

Rasulullah dan para sahabat selalu berjamaah di masjid kecuali dalam safar, sedang berperang, sakit berat dan wafat. Rasulullah tidak pernah lepas dari beribadah di masjid. Ketika beliau sakit menjelang akhir hayatnya, tatkala mendengar azan Bilal, beliau berkata kepada Saidah Aisyah, “Antarkan aku ke rumahku!” Sayidah Aisyah keheranan dan seraya bertanya, ”Bukankah ini rumah engkau wahai kekasih Allah?”

Rasulullah menjawab, “Bukan, rumahku adalah masjid”, pada kesempatan lain beliau bersabda, “Seandainya umatku mengetahui keutamaan shalat berjama’ah di masjid, merangkak pun mereka tetap shalat berjama’ah di masjid.”.

Masya Allah, Semoga Allah terus curahkan hujan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita agar selalu semangat senang berjamaah di rumah-Nya hingga akhir hayat kita… Aamiin.

Loading...