Jualan Gambar Demi Ringankan Beban Keluarga, Anak Indonesia Ini Akhirnya Dibantu Pemerintah Saudi



Seorang anak Indonesia menjadi perhatian pemerintah Saudi karena berjualan gambar di bawah jembatan Al Balad, Jeddah.

Bocah yang diketahui bernama Ilyas tersebut menjual sebuah gambar karya tangan sang kakak seharga 1 Riyal Saudi.

Jualan Gambar Demi Ringankan Beban Keluarga, Anak Indonesia Ini Akhirnya Dibantu Pemerintah Saudi
Ket: Ilyas dan saudara perempuannya dengan anggota Asosiasi Budaya dan Seni Saudi di Jeddah


Foto Ilyas yang sedang duduk berjualan gambar menjadi heboh setelah diupload salah satu penggiat sosial media di Saudi dengan hastag #kidsellingdrawingfor1Riyal. Foto itupun kemudian menyebar dan dilihat oleh Atase Asosiasi Seni dan Budaya Saudi di Jeddah.

"Ketika melihat foto itu, kami langsung mencari Ilyas dan keluarganya. Akhirnya kami berhasil menemukannya dibawah jembatan, "kata Direktur Asosiasi Seni dan Budaya, Omar Al-Jasser, sebagaimana dilansir Saudi Gazette, Kamis (27/4)

Jualan Gambar Demi Ringankan Beban Keluarga, Anak Indonesia Ini Akhirnya Dibantu Pemerintah Saudi
Ilyas menjual gambar karya kakaknya di bawah jembatab Jeddah


Asosiasi itu pun kemudian mengundang Ilyas dan keluarganya dalam acara kebudayaan yang dihadiri para pejabat pemerintah Saudi di Jeddah, tokoh masyarakat dan perwakilan beberapa media tersebut, Ilyas dan keluarganya mendapatkan banyak perhatian dan donasi dari para tamu.

"Ini merupakan cerita inspiratif, Ilyas dan kakaknya yang berbakat membutuhkan bantuan dari kita. Kita semua pasti pernah terjebak dalam rumitnya kehidupan sehingga terkadang kita lupa bahwa ada orang-orang yang tinggal di komunitas global yang berjuang untuk bertahan hidup. Penting bagi setiap orang untuk menyadari bahwa dalam hidup ini ada orang lain yang terjepit dalam situasi seperti ini, " kata Al-Jasser.


Sang Kakak, Yusra adalah Murid Sekolah Indonesia Jeddah (SIJ)

Gambar yang dilukis di atas kertas kemudian dijual Ilyas seharga 1 Riyal di bawah jembatan adalah karya lukisan sang kakak, Yusra (12). Pemilik nama asli Misna ini merupakan murid sekolah Indonesia Jeddah (SIJ) yang masih duduk dibangku kelas 3 SD.

Yusra bilang dirinya tidak pernah berpikir untuk menjual karya-karyanya. Tapi karena Ilyas ingin menjual gambar-gambar itu, Yusra tidak menolak.

"Dia membawa gambar-gambar saya untuk dijual di bawah jembatan seharga 1 riyal tiap gambanya," ujar Yusra.

Euis Suryaningsih yang merupakan guru dan wali kelas di SIJ mengaku bangga karya anak didiknya menjadi perhatian pemerintah Saudi. Menurutnya hal itu merupakan sebuah kesempatan untuk unjuk gigi atas bakat yang dimiliki Yusra.

"Yusra memang mempunyai talenta yang cukup bagus dalam seni lukis, Kami dari pihak sekolah tentunya bangga dan akan mendukung penuh agar Yusra terus mengasah bakat yang ia miliki," ucap Euis Suryaningsih.


KJRI Jeddah Akan Temui Ilyas dan Keluarganya

Selain mendapatkan perhatian dari Asosiasi Seni dan Budaya Arab Saudi, Ilyas juga akan ditemui pihak Komite Sekolah dan perwakilan KJRI Jeddah.

"Rencananya hari ini, Sabtu (29/4), pihak Komite Sekolah dan Perwakilan KJRI Jeddah akan menemui Ilyas dan keluarganya," ujar Pensosbud KJRI Jeddah Umar Badarsyah.

Pihak KJRI juga mengapresiasi perjuangan Ilyas dalam membantu kesulitan ekomoni keluarganya dengan menjual gambar di bawah jembatan di Jeddah.

"Kita akan lihat dulu penyebab Ilyas belum juga disekolahkan, kalau sudah temukan penyebabnya kita akan carikan jalan keluar" imbuhnya.

Lebih lanjut Umar mengungkapkan, mayoritas murid di SIJ merupakan anak WNI yang tidak memiliki izin tinggal. Kendati bertentangan dengan peraturan pemerintah Saudi, menurut Umar setiap anak bangsa harus mendapatkan hak pendidikan.


loading...