'Ahok Terancam Mau Dibunuh' Jadi Alasan Menkumham Memindahkan Dari Cipinang Ke Mako Brimob



Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengungkapkan alasan pemindahan Ahok dari rutan Cipinang ke Mako Brimob. Yasonna menceritakan bahwa ada ancaman pembunuhan terhadap Ahok. Namun Yasonna tidak menyebut secara detail dari mana ancaman pembunuhan itu.

'Ahok Terancam Mau Dibunuh' Jadi Alasan Menkumham Memindahkan Dari Cipinang Ke Mako Brimob


"Sulit menjamin keamanan karena figur beliau yang masih ada pihak-pihak yang sangat tidak puas dan adanya ancaman-ancaman untuk dibunuh," ujar Yasonna kepada wartawan, Selasa, 9 Mei 2017, sekitar pukul 23.00 WIB.

Selain itu, ada telepon dari Kakanwil Kemenkum HAM DKI Jakarta. Saat itu, Yasonna diberitahu bila rutan Cipinang sudah sangat padat.

"Saya ditelpon Kakanwil Kemenkumham Provinsi DKI, bahwa di Rutan Cipinang saat itu sudah sangat padat. Ada 3.733 penghuni," kata Yasonna.

Yasonna juga berdalih alasan pemindahan Ahok karena gelombang aksi di depan rutan yang memberi dukungan ke Ahok. Untuk itulah kemudian Yasonna memberi saran untuk dipindah.

"Jalan di depan rutan Cipinang adalah jalan arteri yang dikhawatirkan akan membuat macet parah dan mengganggu pengguna jalan, karena gelombang masyarakat yang bersimpati pada Ahok akan memadati jalan raya," kata Yasonna.

Sekitar pukul 24.00 WIB kemudian Yasonna berangkat ke rutan Cipinang. Di sana dia berdiskusi dengan Kakanwil serta berkoordinasi dengan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

"Saya koordinasi dengan Pak Kapolri, beliau sependapat dan dapat ditempatkan di Mako Brimob," sebut Yasonna.

Penjelasan Yasonna itu sekaligus membantah adanya isu pemindahan itu agar keluarga Ahok bisa menginap di rutan. "Sama sekali tidak benar ada keluarga yang ingin atau dizinkan menginap di rutan," kata Yasonna.


loading...