Kakek Rasulullah Tak Cemas Ketika Abrahah Ingin Hancurkan Ka'bah, Ini Alasannya



Mendengar kabar pasukan Abrahah sudah berada di dekat kota Makkah, kakek Rasulullah--yang bertanggungjawab menjaga Kabah, Abdul Muthalib menjawab,

“Demi Allah, kami tak ingin berperang dan kami tak punya kekuatan untuk melawan kalian. Namun jika Abrahah ingin menghancurkan Baitullah, lakukan sesuka hati. Namun, aku yakin, Allah tak membiarkan rumah-Nya dihancurkan,” ujarnya dengan tegas.

Kakek Rasulullah Tak Cemas Ketika Abrahah Ingin Hancurkan Ka'bah, Ini Alasannya


Cukup lama pasukan Abrahah beristirahat di Mughammas. Kendati belum memasuki Kota Makkah, mereka telah merampas banyak harta benda kaum Quraisy, Mendengar 200 ekor unta penduduk Makkah dirampas pasukan Abrahah, Abdul Muthalib pun geram, Ia segera beranjak menemui Abrahah.

Kedatangan tamu dari pengayom warga Makkah, berbangga hatilah Abrahah. Ia menyangka kakek Rasulullah cemas Ka’bah akan dihancurkan oleh pasukan gajahnya.

“Apa sebenarnya tujuan Anda hingga datang kemari menemuiku?” tanya Abrahah kepada Abdul Muthalib dengan congkak.

Namun, jawaban Abdul Muthalib sangat di luar dugaan Raja yang terkenal congkak tersebut.

“Kembalikan 200 ekor unta wargaku yang telah dirampas oleh pasukanmu,” ujar Abdul Muthalib.

Abrahah pun terheran,

“Mengapa kau lebih mengkhawatirkan untamu, padahal kami datang ke sini untuk menghancurkan Ka’bah? Mengapa kau tidak mengkhawatirkan Ka’bah itu saja?” ujarnya keheranan.

“Unta-unta yang kau rampas itu adalah miliku, sementara Ka’bah merupakan milik Allah. Maka, Allahlah yang akan melindunginya,” jawab Abdul Muthalib ringan.

Abrahah geram namun ia memenuhi permintaan Kakek Rasulullah tersebut untuk mengembalikan 200 ekor unta yang telah dirampas.


loading...