Imam Mahdi Muncul Setelah Putra Khalifah Saling Bunuh

Diposting pada

Imam Mahdi muncul di akhir zaman setelah putra khalifah saling bunuh. Ada beberapa riwayat hadits yang menjelaskan hal tersebut  Dari beberapa riwayat ini, akan kita simpulkan bagaimana manusia membaiat al-Mahdi.

Imam Mahdi Muncul Setelah Putra Khalifah Saling Bunuh

Pertama, hadits dari Tsauban Radhiyallahu anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang yang akan saling membunuh di dekat harta simpanan kalian (manusia). Mereka semua putra khalifah. Kemudian simpanan itu tidak dikuasai salah satu dari mereka. Hingga muncul bendera-bendera hitam dari arah timur, lalu mereka akan memerangi kalian dengan peperangan yang tidak pernah dilakukan oleh satu kaum pun

Kata Tsauban: “lalu beliau menuturkan sesuatu yang tidak aku hafal, kemudian beliau bersabda,

“Jika kalian melihatnya, maka baiatlah dia! Walaupun dengan merangkak di atas salju, karena sesungguhnya dia adalah khalifah Allah al-Mahdi.” (HR. Ibn Majah 4222, Hakim dalam al-Mustadrak 4/463, dishahihkan Hakim dan disetujui adz-Dzahabi. Dan Sanadnya dinilai kuat dan shahih oleh Ibnu Katsir)

Ibnu Katsir menjelaskan hadis ini,

“Maksud hadis, bahwa Imam Mahdi yang ditunggu-tunggu kehadirannya di akhir zaman, munculnya dari arah timur, dan beliau di baiat di sisi Kabah. Sebagaimana dinyatakan dalam beberapa hadis.

Beliau juga menjelaskan,

Yang dimaksud harta simpanan pada teks hadis adalah simpanan Kabah. Tiga orang dari putra khalifah akan saling membunuh, untuk memperebutkannya, hingga tiba akhir zaman. Kemudian keluarlah al-Mahdi dan beliau datang dari arah timur, bukan dari Sardab Samira sebagaimana dikatakan orang bodoh dari kalangan Rafidhah bahwa al-Mahdi saat ini ada di tengah mereka.

Lebih lanjut, Ibnu Katsir menjelaskan bendera hitam yang dibawa al-Mahdi,

“Beliau didukung oleh masyarakat dari timur, menegakkan kekuasaannya, memperkuat pasukannya, dan bendera mereka saat itu pun berwarna hitam, yang melambangkan kerendahan hati. Sebagaimana bendera Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dahulu berwarna hitam, yang bernama al-Uqaab.” (an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, 1/54 56)

Kedua, hadis dari Ali bin Abi Thalib, bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Al-Mahdi termasuk golongan kami, ahli bait, Allah memperbaikinya dalam semalam. (HR. Ahmad 655, Ibnu Majah 4223, dishahihkan Ahmad Syakir dan dinilai Hasan oleh al-Albani)

Ada beberapa keterangan ulama tentang makna Allah memperbaikinya dalam semalam,

Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan,

Artinya, Allah menerima taubatnya, memberikan taufiq dan ilham serta petunjuk untuknya, setelah sebelumnya dia tidak seperti itu. (an-Nihayah fi al-Fitan wa al-Malahim, 1/55)

Keterangan lain disampaikan Imam Ali al-Qori,

Allah memperbaikinya dalam semalam artinya Allah memperbaiki urusannya, mengangkat kemualiaannya dalam waktu semalam, dalam satu waktu di malam itu, di mana para tokoh masyarakat sepakat untuk membaiatnya sebagai khalifah. (Mirqah al-Mafatih)

Ketiga, Imam Mahdi tidak tahu dirinya Imam Mahdi

Sebelum dibaiat sebagai Imam Mahdi, calon Imam Mahdi sama sekali tidak tahu bahwa dirinya adalah al-Mahdi. Sebagaimana dulu, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam sebelum diutus oleh Allah, dirinya tidak mengetahui akan menjadi nabi.

Kesimpulan ini disampaikan penulis kitab Hilyah al-Basyar, Abdurrazaq al-Bithar. Dalam kitabnya, beliau menyatakan,

Dari sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam tentang al-Mahdi bahwa Allah memperbaikinya dalam semalam menunjukkan bahwa al-Mahdi tidak tahu bahwa dirinnya itu al-Mahdi yang dinantikan, sebelum waktu Allah menghendaki untuk mengeluarkanya di masyarakat. Kasus ini sejenis dengan apa yang dialami Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, makhluk paling mulia, beliau tidak tahu tentang risalah kenabiannya, hingga Jibril datang menemuinya di gua hira.

Kemudian beliau kembali menegaskan,

Apabila Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam tidak mengetahui bahwa dirinya adalah utusan Allah kecuali setelah datangnya Jibril alaihis salam kepada beliau dan menyampaikan Iqra, maka lebih layak lagi yang terjadi pada al-Mahdi al-Muntadzar, dia tidak mengetahui bahwa dirinya al-Mahdi kecuali setelah Allah menghendaki untuk ditonjolkan di tengah umat. (Hilyah al-Basyar, 1/358)

Dari beberapa keterangan di atas, bisa kita simpulkan,

– Imam Mahdi keluar ketika terjadi perebutan harta di kota Makkah

– Sebelum diangkat jadi al-Mahdi, tidak ada satupun yang tahu bahwa diriya al-Mahdi

– Sebelumnya umat tidak tahu bahwa dirinya adalah Imam Mahdi, kemudian Allah ilhamkan mereka untuk membaiat Imam Mahdi

– Beliau menaklukkan Makkah bersama pasukannya dari arah timur dan kemudian dibaiat di masjidil haram. Demikian,

Baca Juga:

Wallahu A’lam. [Ustaz Ammi Nur Baits/konsultasisyariah]

Loading...