Berdoalah Di 7 Waktu Mustajab Ini, Karena Di Waktu Itulah Pintu Langit Sedang Terbuka



“Doa adalah inti dari ibadah”. Demikian isi dari sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi. Hamba yang tak pernah berdoa ibarat hamba yang sombong karena tidak pernah berharap dan memohon pada tuannya.

Ibadah yang setiap hari kita lakukan, juga doa yang senantiasa kita panjatkan, tentu diharapkan sampai di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Kita berharap doa tersebut akan diijabah atau dikabulkan, bahkan seringkali kita kurang bersabar manakala doa tersebut belum juga terkabul.

Berodoalah Di 7 Waktu Mustajab Ini, Karena Saat Itu Pintu Langit Sedang Terbuka


Ketahuilah, Allah telah memberi kabar gembira kepada kita melalui lisan Rasul-Nya tentang waktu-waktu terbukanya pintu langit, yang apabila seorang hamba memohon sebuah permintaan atau memohon ampunan niscaya akan dikabulkan. Kapankah pintu langit itu terbuka? Simak ulasan berikut.

Pertama, selama bulan Ramadhan. Rasul pernah bersabda bahwa ketika bulan Ramadhan pintu-pintu langit akan dibuka, pintu-pintu Jahannam akan ditutup serta para setan akan dibelenggu. (HR. Al-Bukhari : 1889)

Kedua, pada bulan Sya’ban semua amal akan diangkat ke langit. (HR. An-Nasa’i dengan kualitas hadits hasan, Shahih at-Targhib no.1022)

Ketiga, Pada hari Senin dan Kamis, pintu surga yang ada di langit dibuka dan Allah ampuni pada hari itu setiap hamba yang tidak berbuat syirik kepada-Nya, kecuali orang yang memiliki permusuhan antara sesama muslim, sehingga Allah berkata, “Tunggulah sampai dua orang ini berdamai”. (HR. Muslim, Abu Dawud dan lainnya)

Keempat, Setiap hari sebelum Dzuhur (waktu zawal/tergelincirnya matahari). Tepatnya ialah ketika matahari telah bergeser dari garis tengahnya, alias zawal. Zawal inilah tanda bahwa waktu shalat dzuhur telah dimulai. Pada saat itulah pintu langit sedang terbuka.

Dari Abu Ayyub Al Anshari radhiyallahu ‘anhu. Bahwasanya Nabi shalat sebelum zhuhur sebanyak empat rakaat ketika waktu sudah menunjukkan zawal. Beliau pun bersabda ; “Sesungguhnya pintu-pintu langit sedang terbuka sampai zawalnya matahari, maka ia tidak akan tertutup hingga shalat zhuhur selesai ditunaikan. Maka aku ingin pada saat itu ada kebaikanku yang naik”. (HR. Ahmad, Abu Dawud no. 1153, at-Tirmidzi, Ibnu Majah)

Inilah salah satu rahasia mengapa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tidak pernah meninggalkan kebiasaan shalat empat rakaat sebelum zhuhur. Beliau tahu bahw waktu itu amat berharga.

Kelima, saat adzan dikumandangkan. Rasulullah pernah bersabda yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu. “Jika  shalat telah dikumandangkan, maka pintu-pintu langit akan terbuka dan doa akan dikabulkan”. (HR. Abu Dawud)

Keenam, di antara dua waktu shalat. Di antara waktu yang biasa kita lalaikan adalah waktu di antara dua shalat wajib. Kita dapati biasanya setelah shalat Maghrib, kaum muslimin justru banyak yang memilih berbincang dengan rekannya di masjid sambil menunggu waktu shalat Isya’. Padahal waktu ini termasuk salah satu waktu yang berharga. Berikut ini adalah hadits yang mengutarakan hal demikian ; Dari Abdullah bin ‘Amru bin ‘Ash radhiyallahu ‘anhu berkata, ‘Kami shalat Maghrib bersama Rasulullah shallallahu alaihi wasaalam, maka ada jamaah yang pulang dan ada yang tinggal (di masjid). Ada pula yang berdzikir atau berdoa setelah shalat. Maka Rasulullah datang dengan cepat sembari terengah-engah nafasnya dan menyingsingkan baju hingga tersingkap kedua betisnya. Beliau bersabda, “ Bergembiralah ! Inilah Tuhan kalian benar-benar telah membuka pintu dari pintu-pintu langit . Dia memamerkan kalian di hadapan Malaikat, Dia ‘Azza wa Jalla berkata, ‘Lihatlah para hamba-Ku, mereka telah menunaikan sebuah kewajiban, dan sekarang mereka tengah menunggu kewajiban yang lain. ( HR. Ibnu Majah)

Ketujuh, saat tengah malam. Dari Utsman bin bin Abi al’Ash, radhiyallahu ‘anhu, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “ pintu-pintu langit dibuka saat tengah malam, lalu ada penyeru yang berkata, ‘Apakah ada orang yang berdoa (inginI dikabulkan ? Adakah orang yang meminta (ingin) diberi? Adakah orang yang tertimpa musibah (ingin) dibebaskan? Maka tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan sepenuh permintaan melainkan Allah akan mengijabahinya, kecuali seorang pelacur yang menjajakan farjinya dan ‘Asysyar (orang yang mengambil pajak sampai sepuluh persen tanpa landasan syari’at-red). (HR. Ahmad dan ath-Thabrani)

Jadi, jangan pernah berhenti untuk selalu berharap dan senantiasa berdoa kepada Allah. “..Berdoalah kepada-Ku niscaya akan Aku kabulkan bagi kalian (QS. Ghafir :60)”.

Kalaupun doa kita belum terkabul saat ini, yakinlah bahwa Allah Maha Tahu kapan saat yang tepat bagi hal itu,. Kalaupun belum terkabul selama kita hidup, yakinlah doa kita menjadi tabungan amal shalih di akhirat nanti. Tentu saja kita harus menghindari dari melakukan hal-hal yang membuat doa kita terhalang, seperti memakan makanan haram. Wallahu a’lam.



Loading...