Antara Mengejar Cita-cita Dengan Menuruti Keinginan Orang Tua. Pilih Yang Mana Sebaiknya?

Antara Mengejar Cita-cita Dengan Menuruti Keinginan Orang Tua. Pilih Yang Mana Sebaiknya?

author photo
Antara Mengejar Cita-cita dengan Menuruti Keinginan Orang Tua. Pilih Yang Mana Sebaiknya?

Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Saya mau bertanya tentang pribadi saya, apakah kita Harus selalu menuruti kemauan orang tua. Baiklah ini masalah saya: sebenarnya saya ingin melanjutkan sekolah saya ke SMA. Maka dari itu saya mau mengejar mimpi saya dengen mulai bekerja keras. Tapi malah orang tua/keluarga saya bilang " Nak kamu gak usah ngelanjut karena kmu dah besar, lebih baik kmu pergi merantau. sekolah bukan segalanya nak, andaikan kmu merantau kmu akan mendapatkan pengalaman, karena hanya pengalamanlah yang mampu membawamu kesuksesan"...

Dan saya harus gimana apakah saya mengabaikan kemauAn orang tua saya?.dan saya berpikir tidak ada artinya saya mengejar mimpi saya kalau keluarga saya tidak mendukung 😢 sekian tolong dijawab wassalam.

Antara Mengejar Cita-cita dengan Menuruti Keinginan Orang Tua. Pilih Yang Mana Sebaiknya?



Jawaban :

Wa'alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh

Saudaraku yang di rahmati Allah, menuntut ilmu wajib hukumnya bagi seorang muslim. Patuh kepada orang tua selama tidak dalam kemaksiatan juga wajib bagi seorang anak. Nah, bila sepintas terjadi pertentangan antara keduanya, mana yang dipilih?

Sebenarnya bila kami melihat, permasalahan saudara bisa dikompromikan dengan baik. Komunikasikan dengan orang tua dengan bahasa yang santun, bahwa saudara ingin tetap menuntut ilmu, meski tidak harus dalam jenjang sekolah formal. Bila memang saudara saat ini dibutuhkan tenaganya untuk membantu perekonomian keluarga, maka carilah pekerjaan semampunya, yang penting halal.

Namun, jangan hilangkan semangat untuk tetap belajar, karena Anda yang baru lulusan SMP tentu usianya relatif masih muda. Anda bisa mengikuti kejar paket C yang waktunya relatif lebih longgar. Setelah selesai kejar paket C, ambil kuliah yang bisa sambil kerja.

Mengapa demikian? Karena faktanya saat ini dunia kerja (atau yang orang tua Saudara sebut sebagai merantau) memang memandang taraf pendidikan seseorang. Penghargaan kepada karyawan juga sering dipandang dari ijazahnya. Kecuali bila Anda memiliki tekad untuk berwirausaha, maka hal itu tidak memandang latar belakang pendidikan. Dengan kehendak Allah, orang tidak lulus SD juga bisa sukses secara materi bila tekun dan berpengalaman dalam berbisnis.

Artinya, bila perekonomian keluarga kurang memungkinkan, kami menyarankan Saudara untuk tetap sekolah meski tidak harus formal, sehingga bisa sambil kerja. Catatan penting dari kami, selain pekerjaan yang halal, cari lingkungan yang baik, sehingga ibadah kita tetap terjaga.

Lain masalahnya bila perekonomian keluarga baik-baik saja, maka sebaiknya Anda mengkomunikasikan pada orang tua untuk tetap sekolah formal, karena ilmu yang didapatkan tentu lebih rinci dan lebih terstruktur, apalagi bila Saudara rajin belajar, membaca dan berdiskusi. Bila sudah lulus SMA, lanjutkan kuliah sambil berwirausaha. Karena menurut kami, pengalaman yang dimaksud oleh orang tua Saudara nampaknya memang pengalaman kerja.

Apapun pilihan Saudara, jangan tinggalkan ibadah dan semangat untuk belajar mencari ilmu Allah. Apalagi dengan perkembangan teknologi sekarang, kita bisa belajar kapanpun dan dimanapun, dari sumber yang terpercaya tentunya.

Semoga jawaban kami bermanfaat.

Next article Next Post
Previous article Previous Post