Tulisan Di Lembaran Qur’an Ini Tiba-Tiba Menghilang, Benarkah Menjadi Salah Satu Tanda Dekatnya Kiamat?



Salah satu tanda menjelang kiamat adalah diangkatnya Al Qur’an dan semua pun memahami bahwa maknanya adalah merujuk kepada banyaknya manusia yang sudah melalaikan Al Qur’an sebagai bacaan dan pedoman hidup di muka bumi.

Namun sebuah peristiwa mengejutkan terjadi di Malaysia dimana seorang Naib Kadi Pejabat Agama Islam Parit Buntar bernama Mohammad Khori mendapati lembaran Al Qur’an yang telah hilang tulisannya. Saat itu ia hendak membaca Al Qur’an milik Masjid Hijau Kampung Kedah sembari menunggu upacara pernikahan yang akan berlangsung sekitar pukul 11 pagi.

Tulisan Di Lembaran Qur’an Ini Tiba-Tiba Menghilang, Benarkah Menjadi Salah Satu Tanda Dekatnya Kiamat?
Tulisan Al Qur'an hilang dari lembarannya (Sinar Harian)
Selesai melaksanakan shalat sunnah, ia kemudian mengambil salah satu Naskhah Al Qur’an yang berada di bagian mimbar masjid guna membaca surat Al Waqiah. Namun ternyata lembaran awal surat tersebut dan bagian akhir surat Ar Rahman telah hilang tulisannya.

“Saya sangat terkejut dan memaklumkan perkara itu kepada imam masjid yang kebetulan turut berada di situ bagi menjadi saksi nikah. Beliau (imam masjid) memaklumkan tidak pernah mengetahui terdapat sebarang naskhah al-Quran tidak sempurna disimpan pihak masjid dan meminta saya memaklumkan kejadian itu kepada Jabatan Agama Islam Negeri Perak (Jaipk),” katanya seperti dilansir dari Sinar Harian.

Mohammad Khori awalnya menilai bahwa mungkin itu merupakan kesalahan dari percetakan Al Qur’an. Namun setelah menyadari bahwa percetakan Al Qur’an melalui proses yang sangat ketat, dirinya pun berkesimpulan bahwa peristiwa tersebut merupakan peringatan bagi umat Islam.

“Namun, apabila memikirkan proses pencetakan al-Quran perlu melalui prosedur amat ketat oleh panel pemeriksaan dilantik Jabatan Kemajuan islam Malaysia (Jakim), saya memutuskan penemuan ayat al-Quran hilang mungkin merupakan satu peringatan kepada umat Islam,” katanya.

Ia mengungkapkan bahwa saat ini Al Qur’an sudah jarang dibaca oleh kalangan umat islam, terlebih lagi oleh anak mudanya.

“Dewasa kini, amalan membaca al-Quran dalam kalangan umat Islam di negara ini dilihat semakin berkurangan terutama dalam kalangan golongan muda. Saya berharap penemuan ini tidak disalah tafsir, sebaliknya dijadikan iktibar dan pedoman buat diri saya dan seluruh umat Islam untuk kembali taat kepada perintah Allah SWT dan Rasulnya,” katanya.

Ia pun berpesan agar hal tersebut hendaknya menjadi peringatan kepada manusia untuk kembali menjadikan Al Qur’an bacaan sehari-hari dan sebagai pedoman hidup dalam beragama.

Baca Juga: