Perdalam Al Qur’an Dan Bahasa Arab, Wanita Asal Turki Ini Justru Pilih Kampus Yang Ada Di Indonesia



Bagi sejumlah pelajar muslim Indonesia yang ingin melanjutkan studi dalam bidang Al Qur’an ataupun bahasa arab tentu akan memilih universitas atau kampus yang ada di Arab Saudi dikarenakan di sana bahasa Arab menjadi bahasa sehari-hari. Namun hal yang berbeda ditunjukkan oleh seorang wanita asal Turki bernama Esma Akin yang justru memilih Universitas Negeri Semarang (Unnes) untuk belajar bahasa Arab.

Perdalam Al Qur’an Dan Bahasa Arab, Wanita Asal Turki Ini Justru Pilih Kampus Yang Ada Di Indonesia

Disebutkan oleh Esma bahwa dirinya mulai tertarik berkuliah di Indonesia sejak masih duduk di Madrasah Aliyah di Ayden Turki. Menurut Esma dan keluarga, Indonesia merupakan lokasi belajar yang tepat karena dihuni oleh umat muslim terbesar di dunia. Sementara Arab tidak dipilihnya lantaran adanya konflik politik.

“Saya seorang Muslim, dan ingin mempelajari Alquran dengan baik. Ingin mempelajari isinya, ingin mengamalkannya. Karena itulah saya harus belajar bahasa Arab,” ujarnya dinukil dari laman Unnes, Kamis (9/3/2017).

Sempat Esma merasa khawatir tidak dapat menyesuaikan diri di lingkungan yang baru. Namun ternyata setelah berada di Unnes, ia pun menemukan lingkungan religius yang dicarinya selama ini.

“Selama kuliah saya tinggal di asrama. Semua teman-teman saya salat berjamaah dan mengaji. Kalau setelah salat saya ngaji, menghafal Alquran sedikit demi sedikit. Ini membuat saya semakin taat kepada Islam. Di tempat saya, hal-hal seperti itu belum tentu ada,” paparnya.

Setelah menimba ilmu selama 7 semester, gadis kelahiran Januari 1994 ini pun menjadi salah satu dari 3 wisudawan terbaik. Esma juga berhasil menulis kamus Arab-Turki yang praktis berkat saran dari sang dosen dan membutuhkan waktu pembuatan selama 5 bulan.

“Saya mendata kata-kata dari bahasa Arab untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Turki. Yang membuat berbeda, saya juga menyertakan contoh kalimat. Kalau ada contohnya, orang bisa lebih paham cara memakai kosa kata itu,” sebutnya.

Kamus yang Esma buat akan dibawanya untuk dijadikan bahan ajar ketika mengajar di Turki nanti.

“Akan saya kembangkan jadi dua kali lipat. Kalau yang sekarang dari 25 bidang. Saya ingin kembangkan jadi 50 bidang,” ucap gadis berhijab itu.

Wisuda nanti, kemungkinan besar orangtuanya tidak bisa datang mendampingi. Meski begitu ia senang bisa menyelesaikan studinya dengan cepat.

Baca Juga: