Kisah Si Bakhil Alias Si Pelit



Kasihan sekali si bakhil atau si pelit. Dialah orang yang paling menderita di dunia ini dalam kaitannya dengan harta. Mengapa? Syekh Hasan Basri menjelaskannya bahwa dialah orang yang paling semangat mengumpulkan harta selama hidupnya namun paling sedikit menggunakan dan menikmatinya.

Kisah Si Bakhil Alias Si Pelit


Dialah orang yang memiliki banyak harta namun hidup sebagaimana orang fakir miskin hidup sementara di akhirat kelak dia dimintai pertanggungjawaban sebagai orang kaya.

Bahasa Arab dari dawuh Syekh Hasan Basri adalah sebagai berikut: "Ada orang kaya yang bakhil sekali. Tabungannya banyak sekali, namun setiap hari makanannya tak memenuhi standar kesehatan, minimalis dalam jumlah, minimalis dalam hal gizi. Ketika ditanya mengapa, jawabannya hanya satu: " yang bergizi mahal-mahal."

Dari bakhilnya, makan nasipun tanpa memakan ikan melainkan cukup memandang pada ikan asin yang digantung di ruang makan untuk memunculkan sensasi asin.

Ada orang kaya yang bakhil sekali. Saking bakhilnya, dia tidak kawin walau hartanya sebenarnya cukup saja untuk memiliki banyak isteri. Ketika ditanya mengapa, jawabannya satu: "Saya khawatir, kalau saya mati nanti, harta yang kukumpulkan mati-matian akan pindah tangan pada isteriku yang tak bersama susah usaha bersama saya sedari awal." Alkisah, bagaimanakah kisah akhirnya ketika maut menjemputnya? Ke manakah larinya hartanya? Ini adalah pertanyaan yang di luar pembahasan kali ini.

Ada orang kaya yang bakhil sekali. Untuk kesehatannya saja dia tidak mau mengorbankan hartanya. Berobatnya biasanya dengan ramuan tradisional sederhana walau dokter telah mewajibkan obat tertentu yang secara medis dan klinis sangat baik.

Orang ini, walau harus beli obat, biasanya membeli yang hampir kadaluarsa (expired). Ketika ditanya mengapa, jawabannya hanya satu: "penghematan."

Di akhirat kelak, tak akan bergeser kaki setiap hamba kecuali ditanyakan tiga hal. Salah satunya adalah tentang hartanya, dari mana didapat dan kemana dinafkahkan. Jangan bakhil-bakhil saudaraku dan sahabatku.


loading...