Di Hari Kiamat Nanti, Kaki Anak Adam Tak Akan Bisa Bergeser Sebelum Dia Bisa Menjawab 5 Hal Ini

Diposting pada

Kasihan sekali si bakhil atau si pelit. Dialah orang yang paling menderita di dunia ini dalam kaitannya dengan harta. Mengapa? Syekh Hasan Basri menjelaskannya bahwa dialah orang yang paling semangat mengumpulkan harta selama hidupnya namun paling sedikit menggunakan dan menikmatinya.

Dialah orang yang memiliki banyak harta namun hidup sebagaimana orang fakir miskin hidup sementara di akhirat kelak dia dimintai pertanggungjawaban sebagai orang kaya.

“Ada orang kaya yang bakhil sekali. Tabungannya banyak sekali, namun setiap hari makanannya tak memenuhi standar kesehatan, minimalis dalam jumlah, minimalis dalam hal gizi. Ketika ditanya mengapa, jawabannya hanya satu: ” yang bergizi mahal-mahal.”

Dari bakhilnya, makan nasipun tanpa memakan ikan melainkan cukup memandang pada ikan asin yang digantung di ruang makan untuk memunculkan sensasi asin.

Ada orang kaya yang bakhil sekali. Saking bakhilnya, dia tidak kawin walau hartanya sebenarnya cukup saja untuk memiliki banyak isteri. Ketika ditanya mengapa, jawabannya satu: “Saya khawatir, kalau saya mati nanti, harta yang kukumpulkan mati-matian akan pindah tangan pada isteriku yang tak bersama susah usaha bersama saya sedari awal.” Alkisah, bagaimanakah kisah akhirnya ketika maut menjemputnya? Ke manakah larinya hartanya? Ini adalah pertanyaan yang di luar pembahasan kali ini.

Ada orang kaya yang bakhil sekali. Untuk kesehatannya saja dia tidak mau mengorbankan hartanya. Berobatnya biasanya dengan ramuan tradisional sederhana walau dokter telah mewajibkan obat tertentu yang secara medis dan klinis sangat baik.

Orang ini, walau harus beli obat, biasanya membeli yang hampir kadaluarsa (expired). Ketika ditanya mengapa, jawabannya hanya satu: “penghematan.”

Di akhirat kelak, tak akan bergeser kaki setiap hamba kecuali ditanyakan lima hal. Salah satunya adalah tentang hartanya, dari mana didapat dan kemana dinafkahkan. Jangan bakhil-bakhil saudaraku dan sahabatku.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

لَا تَزُوْلُ قَدَمَا ابْنِ آدَمَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلَاهُ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.

Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi RabbNya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskantentang masa mudanya untuk apa ia gunakantentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan serta apa saja yang telah ia amalkan dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. at-Tirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 Hadits no. 9772

Dalam Hadits tersebut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengabarkan kepada kita bahwasanya, kelak di hari kiamat setiap Bani Adam (manusia) akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala mengenai 5 (lima) perkara, diataranya adalah tentang:

  1. Umurnya
  2. Masa mudanya
  3. Hartanya (dari mana ia dapatkan)
  4. Hartanya (dalam hal apa ia belanjakan)
  5. Ilmu yang dimilikinya

Barangsiapa yang bisa menjawab dan mempertanggungjawabkan kelima perkara tersebut kelak di hari kiamat, maka dia akan menjadi orang yang beruntung. Dan dengan izin Allah, dia pun akan mendapatkan apa-apa yang telah Allah janjikan kepada hamba-hambaNya yang bertakwa berupa kenikmatan-kenikmatan surga. Namun apabila ia tidak bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah, maka sungguh dia termasuk orang-orang yang celaka dan mendapatkan adzab yang pedih dariNya.

Semoga kita digolongkan oleh Allah ke dalam orang-orang yang bisa memanfaatkan umur, masa muda, harta dan ilmu dengan sebaik mungkin agar kelak kita bisa mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah. Dan semoga Allah memudahkan kita untuk bisa berkumpul dengan orang-orang yang shalih dari kalangan Nabi dan Rasul serta orang-orang yang sejalan dengan mereka.

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Ya Rabb kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, serta lindungilah kami dari siksa Neraka.” (QS. al-Baqarah [2]: 201)

Loading...