Terancam 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milyar Gara-gara Hina Ulama, Inul Mengaku Pasrah



Inul Daratista resmi dilaporkan ke polisi oleh Advokat Peduli Ulama buntut ucapan inul yang dituding menghina ulama, Senin (27/3/2017).

Seperti dikutip dari postingan Instagram Divisi Humas Polri Advokat Peduli Ulama melaporkan pedangdut Inul Daratista ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT ) Polda Metro Jaya.

Terancam 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milyar Gara-gara Hina Ulama, Inul Mengaku Pasrah


Inul dilaporkan dengan tudingan telah menghina ulama.

Dahlia Zein seorang anggota Advokat Peduli Ulama menjelaskan laporan dugaan penghinaan terhadap ulama itu didasarkan pada komentar Inul di Instagram pribadinya @inul.d.

"Yang dilaporkan itu tentang UU ITE, tentang penghinaan terhadap ulama," kata Dahlia di Polda Metro Jaya seperti dikutip dari postingan Instagram Divisi Humas Polri.

UU ITE sendiri merupakan undang-undang baru yang bikin keder.

Ancaman hukumannya capai 6 tahun penjara dengan denda maksimal Rp 1 miliar.



Inul Daratista seperti diberitakan sebelumnya telah mengunggah foto bersama Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat acara Dangdut Academy 4.

Pada foto tersebut banyak komentar-komentar netizen yang bikin risi Inul sehingga ia pun membalas komentar netizen tersebut.

Terancam 6 Tahun Penjara Dan Denda 1 Milyar Gara-gara Hina Ulama, Inul Mengaku Pasrah


Ada sebuah kalimat yang dinilai sekelompok orang di dunia maya sebagai sebuah penghinaan pada ulama.

"....Aku cuma bayangin yang pake syurban bisa mojok ama wanita sambil main sex skype itu piyeee critane bisa jd panutan????!...."

Demikian penggalan kalimat yang dinilai sebuah penghinaan.

Imbasnya hastag #BoikutInulDaratista sampai jadi trending topic di Twitter sampai beberapa jam.

Seruan untuk memboikot Inul Daratista mengemuka di dunia maya.

Baca Juga: Tragis, Beginilah Nasib Inul Daratista Usai Hina Ulama'

Inul belum berikan klarifikasi terkait hal ini. Namun kini ia mengaku pasrah dan hanya bisa menghapus postingan yang menimbulkan kontroversi tersebut.



Loading...