Demi Bersih Dari Dosa Sebelum Kiamat, Orang-Orang Ini Rela Disemprotkan Racun Oleh Nabi Palsu



Banyak orang yang berusaha ingin terbebas dari dosa, terlebih ketika harus menghadapi kiamat. Hal ini pula yang dimanfaatkan oleh seorang tokoh masyarakat di Afrika Selatan bernama Lethebo Rabalago yang mengaku sebagai seorang nabi.

Demi Bersih Dari Dosa Sebelum Kiamat, Orang-Orang Ini Rela Disemprotkan Racun Oleh Nabi Palsu

Pria yang berasal dari Provinsi Limpopo tersebut dalam menjalankan aksinya senantiasa menyemprotkan sejenis cairan pestisida yang ia sebut ‘Doom’. Gunanya untuk membersihkan segala dosa manusia sebelum menghadapi kiamat.

Terlihat dalam sebuah foto yang beredar bagaimana Rabalago menyemprot wajah pengikutnya dengan cairan tersebut. Sang pengikut itu pun tampak kesakitan ketika cairan beracun membasahi wajahnya.

Sementara dalam foto lainnya, Rabalago menyemprotkan kaki telanjang seorang pengikutnya. Bahkan ada yang disemprotkan tepat di bagian mata.

Kegiatan yang sesat tersebut dilakukan di sebuah tenda yang mereka sebut tempat ibadah. Mereka yang baru melihat proses pembersihan dosa itu pun tampak syok dan ketakutan.

Kini guna mempertanggung jawabkan aksinya, Rabalago dipanggil oleh Thoko Mkhwanazi Xaluva selaku Ketua Komisi Perlindungan Budaya, Agama dan Masyarakat guna dimintai keterangan. Termasuk mengapa semua pengikutnya mau tunduk melakukan ritual tersebut.

“Tantangannya adalah bahwa masyarakat kita rentan karena kemiskinan, ketimpangan dan pengangguran. Ketika Anda mencari jawaban dan Anda tidak dapat menemukannya, Anda akan menjadi sangat rentan,” kata Thoko.

“Itu sebabnya orang-orang seperti Lethebo Rabalago ini tumbuh subur di daerah miskin. Di sana dia menemukan orang-orang putus asa, dan jika seseorang mengatakan Tuhan akan memberikan pekerjaan jika Anda membiarkan saya menyemprot Anda dengan doom, maka mereka akan tunduk pada permintaan seperti itu,” tambah dia.

Diketahui bahwa pestisida yang disemprotkan pada kulit dan mata bisa mengakibatkan masalah kesehatan yang serius. Salah satunya adalah munculnya penyakit asma, namun hal itu tergantung berapa banyak pestisida yang disemprotkan.

Baca Juga:





loading...