Mengejutkan! Ternyata Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi Jika Ingin Nikahi Gadis Turki



Menikah merupakan sebuah sunnah Rasul yang dianjurkan guna menentramkan hati dan pikiran. Meski demikian banyak yang saat ini kesulitan mendapatkan jodoh yang tepat atau pas untuk bersama-sama membangun sebuah rumah tangga.

Ketahuilah bahwa jodoh merupakan ketentuan Allah yang telah tertulis di Lauh Mahfudz. Boleh jadi jodoh kita tidak berada dalam satu negara, melainkan dari negara lain. salah satu yang bisa menjadi rujukan adalah negara Turki dimana penduduknya mayoritas umat Islam.

Mengejutkan! Ternyata Ini Syarat Yang Harus Dipenuhi Jika Ingin Nikahi Gadis Turki
Said dan Ayse serta mertua (Sinarharian.com.my)
Banyak umat muslim Asia yang bisa menikahi wanita Turki. Salah satunya seperti seorang pemuda Malaysia bernama Said Imaddudeen yang awalnya pergi berlibur ke Turki di tahun 2008. Karena tertarik dengan bahasa Turki, ia kemudian memutuskan untuk belajar bahasa Turki di tahun 2011 di Kota Istanbul. Di tahun 2012, Said pun memutuskan untuk menetap di Turki dan melanjutkan gelar Masternya.

Kesopanan dan kesantunan pemuda 29 tahun tersebut selama di Turki ternyata membuat gadis Turki terpikat. Salah satunya adalah Ayse Karateke (21 tahun) yang bertubuh tinggi dan berhidung mancung dimana pertemuan mereka berawal dari keikutsertaan keduanya dalam program Hamza Tzortis di Universitas Bogazici. Setelah menjalin persahabatan cukup erat, rasa cinta pun mulai tumbuh.

Meski sama-sama mencintai, namun jalan untuk menuju gerbang pernikahan harus mereka hadapi dengan penuh ujian.

"Impian kami untuk membangun rumah tangga bukan hal mudah karena ada perbedaan budaya, geografis dan macam-macam lagi. Tetapi kami percaya, jodoh adalah kekuasaan Allah SWT. Yang penting ikhtiar dan usaha untuk menyempurnakan sunnah Rasulullah.” Ucap Said, seperti dikutip dari Sinar Harian.

Salah satu syarat yang diajukan oleh keluarga gadis Turki tersebut adalah harus memiliki rumah sendiri dan menetap di Turki.

"Dan harus menetap di Turki. Saya setuju untuk memenuhi syarat mereka," katanya.

Sementara ketika ditanya mengenai budaya pernikahan yang berbeda benua tersebut, Said menjelaskan bahwa wanita Turki kesulitan untuk memahami budaya suaminya yang dari negara lain.

"Jadi mungkin karena itulah yang membuat pria Turki lebih mudah menikah dengan wanita Malaysia, dibandingkan wanita Turki menikahi lelaki Malaysia," ujarnya.

Meski demikian, diakuinya bahwa pernikahan yang berlangsung di Turki terbilang mudah dan biayanya murah.

“Yang penting biayanya juga tak begitu mahal. Sebab itulah saya pilih gadis Turki," ujarnya sambil bercanda.

"Pesta pernikahan di sini begitu mudah dan yang hadir hanyalah sekitar 30 orang. Kita tidak perlu menyediakan makanan yang banyak. Bahkan tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk acara besar-besaran," tambahnya.

Sangat jauh berbeda dengan prosesi pernikahan di Malaysia yang harus mengeluarkan biaya cukup besar karena mengundang banyak orang.

Pernikahan Said dan Ayse akhirnya berlangsung di Kantor Organisasi Egitimder di tahun 2015 yang hanya dihadiri oleh teman dan keluarga dekat.

Adapun alasan Ayse memilih pria dari Asia adalah karena ia tidak membeda-bedakan rasa atau negara. Selain itu ia terpikat dengan sikap lemah lembut Said dan mudah memahami dirinya.

"Said berhasil merebut hati dan cinta saya karena dia seorang yang cukup lembut dalam tutur bicara, selalu peka dan begitu memahami hati saya. Tapi saya rasa bukan orang Malaysia saja yang memiliki sifat macam itu," katanya sambil tertawa menggoda suaminya.

Diakuinya bahwa wanita Turki kebanyakan tidak menikahi laki-laki asing karena takut dan tidak yakin. Terlebih orang Turki tidak terbuka dengan budaya luar dan hanya terikat oleh budayanya sendiri.

"Saya bersyukur kepada Allah karena menemukan jodoh saya dengan Said dan berdoa semoga cinta kami abadi sampai maut memisahkan," kata dia.

Baca Juga:





loading...