Tarif STNK Naik 3 Kali Lipat, Pelayanan Tetap Berantakan



Meski tarif pajak keduanya akan naik dua sampai tiga kali lipat terhitung 6 Januari, Para pemilik kendaraan bermotor mengeluhkan buruknya pelayanan pengurusan STNK dan BPKB.

Hari ini, sejumlah Samsat di Ibukota terlihat dipadati pembayar pajak kendaraan bermotor. Seperti kantor samsat di Jalan Raya Ciputat, Tangerang Selatan yang terlihat sesak penuh dengan antrian panjang mulai dari lantai I hingga lantai II tempat penyerahan STNK.

Tarif STNK Naik 3 Kali Lipat, Pelayanan Tetap Berantakan


Salah satu pembayar pajak kendaraan roda dua, Abdullah, menceritakan dirinya sudah berada di kantor Samsat sejak tadi pagi. “Tapi sudah banyak yang antre,” kata Abdullah seperti dilansir Rimanews, di kantor Samsat Ciputat, hari ini.

Seperti diketahui, Polri menerapkan tarif baru penerbitan dan pengurusan STNK dan BPKB serentak secara nasional dari 6 Januari 2017 kemarin. Kenaikan itu tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tertanggal terbit 6 Desember 2016 dan berlaku 30 hari setelah diterbitkan, sekaligus menggantikan peraturan lama PP Nomor 50 Tahun 2010.

Dengan berlakunya PP 60/2016 ini, terdapat kenaikan tarif Pengesahan STNK, Penerbitan Nomor Registrasi Kendaraan Bermotor Pilihan, STRP & TNRP (lintas batas) dan Penerbitan SIM golongan C1 dan C2.

Biaya penerbitan STNK roda dua dan roda tiga naik menjadi Rp100 ribu yang sebelumnya Rp50 ribu. Roda empat atau lebih dari sebelumnya Rp75 ribu menjadi Rp200 ribu. Untuk pengesahan STNK, yang sebelumnya gratis, dengan disahkan PP ini maka akan berbayar Rp25 ribu untuk roda dua dan empat, dan Rp50 ribu bagi roda empat atau lebih.

Abdullah pun menyayangkan kenaikan itu, terlebih kenaikan tarif STNK dan BPKB tidak disertai dengan peningkatan pelayanan. “Lihat aja, tarif naik, tapi suasana ramai kayak gini, tak ada petugas yang mengarahkan dan membantu kita-kita yang bayar pajak, berantakan. Belum lagi AC yang mati, kipas angin juga gak nyala, tidak ada petugas yang mengatur antrian orang,” kata Abdullah.

Baca Juga:




“Harusnya dibenahi lah, masak tarif dinaikkan, pelayanan seperti ini, berantakan,” imbuh dia.


Loading...