Inilah Golongan Wanita Yang Shalatnya Tidak Diterima Oleh Allah, Naudzubillah Min Dzalik!

Diposting pada

Salah satu kelonggaran yang diberikan Allah untuk kaum wanita adalah diperbolehkannya mereka untuk meninggalkan shalat. Tentu saja hal ini hanya bisa dilakukan pada saat wanita sedang menstruasi dan darurat saja, selebihnya shalat adalah ibadah wajib yang harus dijalankan dan berdosa jika ditinggalkan.

Kendati diberikan kelonggaran, ternyata Allah juga memberikan ancaman akan menolak shalat bagi wanita tertentu. Beberapa diantara mereka tetap khusyuk shalat karena merasa telah menjalankan kewajibannya kepada Allah.

Padahal, Allah tidak menerima ibadah shalatnya, bahkan para wanita dari golongan ini akan memperoleh murka dari Allah subhanahu wa ta’ala. Mengapa Allah demikian marah sehingga murka dan menolak ibadah mereka? Lantas seperti apa tanda-tanda wanita yang shalatnya tidak diterima oleh Allah?Berikut ulasannya.

Para wanita yang shalatnya tidak diterima ini adalah wanita yang telah menikah. Lalu apa penyebab marah dan murkanya Allah kepada wanita sehingga menolak shalat mereka.

Tidak lain adalah karena marahnya seorang suami kepadanya sehingga bisa membuat shalat istri tidak diterima oleh Allah SWT. Shalatnya istri ketika suami sedang marah kepadanya akan membuat Allah murka dan shalat itupun tertolak.

Sebuah hadits diriwayatkan dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Ada tiga manusia yang shalat mereka tidaklah naik melebihi kepala mereka walau sejengkal, yakni seorang yang mengimami sebuah kaum, tetapi kaum itu membencinya, seorang istri yang tidak sementara suaminya sedang marah kepadanya, dan dua orang bersaudara yang saling memutuskan silaturahim” (HR Ibnu Majah).

Oleh karena itu, seorang istri haruslah pandai menjaga perasaan suami. Jangan sampai suami bersedih bahkan marah terhadapnya. Jika hal ini terjadi, maka ia harus segera meminta maaf kepada suami agar kemarahan tersebut tidak berubah menjadi murkanya Allah SWT.

Sebagai seorang istri, sudah sepatutnya patuh kepada suaminya dalam hal kebaikan. Tingginya kedudukan suami dalam rumah tangga bahkan digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya:

“Tidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya dibolehkan bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain, niscaya akan aku perintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya karena besarnya hak suami terhadapnya” (HR Ahmad).

Ketika hubungan suami istri sedang dilanda konflik atau permasalahan, keduanya harus segera menyelesaikan permasalahan tersebut dengan bijaksana. Jangan pernah membiarkan permasalahan tersebut berlarut-larut. Ingatlah akan kewajiban satu sama lain dan jangan sungkan meminta maaf apabila berbuat sebuah kesalahan.

Demikianlah ulasan mengenai ciri wanita yang shalatnya tidak diterima oleh Allah SWT. Untuk itu, ada baiknya menghindari ciri yang demikian, agar amal ibadah yang dilakukan berbuah pahala bukan malah murka dari Allah SWT.

Semoga bermanfaat.

Loading...