Ini 5 Hal Yang Harus Dilakukan Pihak Keluarga Saat Mendampingi Orang Yang Sedang Sakaratul Maut

Diposting pada

Kematian adalah suatu hal yang pasti terjadi dan setiap orang akan mengalami kematian tanpa terkecuali. Bahkan kematian bisa datang tanpa kenal waktu dan tempat.

Selain pribadi setiap orang yang harus mempersiapkan akhir kehidupannya, pihak keluarga pun sebisa mungkin harus siap siaga ketika anggota keluarganya tengah mengalami sakaratul maut. Ini karena tidak sedikit keluarga yang justru panik tidak karuan ketika melihat peristiwa yang mengejutkan tersebut.

Ini 5 Hal Yang Harus Dilakukan Pihak Keluarga Saat Mendampingi Orang Yang Sedang Sakaratul Maut

Dilansir dari Percikan Iman, berikut adalah 5 hal yang harus dilakukan pihak keluarga ketika seseorang mengalami sakaratul maut.

1. Membimbing Kalimat Tauhid

Akhir kematian yang baik salah satunya adalah ketika orang yang sakaratul dapat mengucapkan kalimat “Laa ilaah illallaah” yang artinya “Tidak ada Tuhan selain Allah”.

Selain tertera di pintu surga, kalimat ini juga seakan menjadi kunci penting untuk memasukinya, seperti yang disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

“Barang siapa yang akhir ucapannya adalah kalimat ‘laa ilaaha illallaah’ maka dia akan masuk surga.” (HR Abu Dawud)

Oleh karenanya pihak keluarga harus membantu agar orang yang sakaratul maut bisa mengucapkan kalimat tersebut di akhir hayatnya.

2. Memejamkan Mata Dan Berdoa

Ketika orang yang sakaratul maut sudah dinyatakan meninggal dunia, maka keharusan pihak keluarga atau orang yang berada dekat mayit adalah menutup kedua mata mayit dan mendoakan kebaikan untuknya.

Diriwayatkan saat Abu Salamah meninggal dunia dan matanya tetap terbuka, Rasulullah kemudian memejamkan kedua mata Abu Salamah sambil berkata,

“Sesungguhnya ruh itu jika dicabut diikuti oleh mata.” Kemudian beliau berdoa “Ya Allah ampunilah Abu Salamah, angkatlah derajatnya di golongan orang-orang yang mendapat petunjuk, berilah pengganti yang baik di keturunannya, ampunilah kami dan dia wahai rabb semesta alam, lapangkanlah baginya dikuburnya, dan terangilah dia di dalamnya.” (H.R. Muslim).

3. Meletakkan Jenazah Menghadap Kiblat

Yang harus dilakukan oleh pihak keluarga atau orang terdekat juga adalah dengan menghadapkan jenazah ke arah kiblat. Dalam riwayat Baihaqi dan Hakim, sesungguhnya Barra bin Ma’rur pernah berwasiat meminta jenazahnya nanti dihadapkan ke kiblat. Karena sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Hal yang seperti itu sesuai dengan fitrah.”

4. Menutupkan Jenazah Dengan Kain

Pihak keluarga yang salah satu anggotanya sakaratul maut dan meninggal dunia juga harus menutupkan tubuh jenazah dengan kain yang ukurannya menutup sekujur tubuh. Penjelasannya terdapat dalam hadist riwayat Bukhari dan Muslim.

“Dari Aisyah bahwasanya Rasulullah ketika meninggal dunia ditutupi dengan selimut yang bercorak garis-garis.”

5. Menyegerakan Pengurusan Jenazah

Hal terakhir yang harus dilakukan oleh pihak keluarga atau orang terdekat adalah melaksanakan pengurusan jenazah seperti memandikan, mengkafani, menyolatkan dan menguburkan. Keterangannya sangat jelas dalam hadist riwayat Bukhari Muslim dimana Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,


“Bersegeralah di dalam mengurus jenazah, jika dia orang yang salih maka berarti kebaikan yang akan kalian segerakan baginya, dan jika tidak seperti itu maka berarti kejelekan yang segera kalian letakkan dari tanggung jawab kalian.” (H.R. Bukhari dan Muslim).

Baca Juga:

Loading...