Menyingkirkan Duri di Jalan Dengan Niat Seperti Ini, Lelaki Ini Disebut Rasulullah Sebagai Ahli Surga



Rasulullah pada 14 abad silam pernah menegaskan melalui sebuah hadits bahwa Iman itu memiliki tujuh puluh cabang lebih, cabang yang paling tinggi ialah dua kalimat syahadat, sementara cabang yang paling rendah ialah menyingkirkan gangguan yang dapat merintingi orang – orang mukmin di jalanan.

Menyingkirkan Duri di Jalan Dengan Niat Seperti Ini, Lelaki Ini Disebut Rasulullah Sebagai Ahli Surga


Hadits tersebut memuat suatu pernyataan bahwa keimanan seseorang itu bertingkat – tingkat sebagaimana ilmu dan amal yang manusia kerjakan semasa hayat. Dalam hal ini maka janganlah sekalipun kita meremehkan satu tindakan kecil, sekalipun amalan itu terlihat remeh di mata manusia, karena hakikatnya apabila perbuatan itu dikerjakan dengan hati yang ikhlas dan sukarela maka tak pelak jika kelak hal ini malah menjadi salah satu sebab utama masuknya seseorang ke Surga. Wallahu a’lam.

Imam Muslim dalam kitab shohihnya meriwayatkan dari Sahabat Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,  "Ada seorang laki - laki melewati ranting berduri yang berada di tengah jalan, maka beliau mengatakan "Demi Allah, aku akan menyingkirkan duri ini dari kaum muslimin, sehingga mereka tidak akan terganggu dengannya," maka Allah memasukkannya ke dalam surga."

“Sungguh aku telah melihat seorang laki - laki yang sedang menikmati kenikmatan di surga, disebabkan ia memotong duri yang berada di tengah jalan, yang duri itu mengganggu kaum muslimin.” (HR Abu Hurairah)

Rasulullah juga bersabda, “Barangsiapa yang menyakiti waliku, maka ia berhak mendapatkan permusuhan dari-Ku. (HR. Abu Ya'la)

Para wali Allah bukan lain merupakan para mukminin yang senantiasa melarutkan diri dalam melaksanakan perintah – perintahNya dan juga sunnah – sunnah kinasihNya. Al-Hafizh Ibnu Hajar juga menegaskan, “Yang dimaksud dengan wali Allah adalah orang yang berilmu tentang Allah, yang selalu menjalankan ketaatan kepada-Nya, dan ikhlas dalam beribadah kepada-Nya.”

Subhanallah, Islam menempatkan orang – orang mukmin pada kedudukan yang tinggi dan terlindungi, mereka merupakan para hamba Allah yang layak dihormati dan bahkan haram baginya untuk disakiti, diusik maupun diganggu.

Di lain kisah, Rasulullah juga pernah menceritakan, syahdan melintaslah seseorang yang sedang berjalan di ruas jalan, kemudian dia menjumpai sebuah pohon yang memiliki banyak duri dan menghalangi jalan kaum muslimin, sehingga dapat mengganggu orang - orang yang melewatinya, kemudian dia berkeinginan untuk memotong dan membuangnya dengan tujuan untuk menghilangkan gangguan dari jalan kaum muslimin. Oleh karena itu, Allah mengampuni dosa - dosanva dan memasukkan dia ke dalam Surga. Rasulullah kemudian berkesempatan menyaksikan orang yang telah menyingkirkan duri – duri di jalanan itu sedang menyongsong kenikmatan surga lantaran amalannya tersebut.

Demikian sejatinya satu tindakan kecil yang telah diperbuat orang tersebut merupakan satu amalan yang terlihat remeh dan kurang begitu bernilai di mata manusia, namun sebagaimana firman Allah sesungguhnya Ia akan mengganjar setiap pekerjaan yang dilakukan manusia semasa hidup di dunia sekecil dan seremeh apapun perbuatan itu, baik perbuatan yang terpuji maupun yang tercela dengan seadil – adilnya.

Di lain sisi, kisah tersebut juga memuat ibrah betapa tinggi kedudukan para mukmin di mata Allah dan Rasulnya, sampai – sampai Allah mengganjar seseorang yang menyingkirkan dedurian yang dapat mengganggu orang  mukmin di jalan dengan Surga.



loading...