Inilah Empat Malaikat yang Menyertai Manusia Semasa Hidupnya



Rupanya kehidupan manusia tak pernah bisa luput dari malaikat. Malaikat yang mulia telah diutus oleh Rabbnya untuk menyertai seorang manusia sejak dalam perut ibu, semasa di dunia, ketika di alam kubur hingga di alam akhirat. Adapun keberadaan dan posisi mereka yang bertugas menemani manusia sejak awal diciptakannya hingga akhir hayatnya adalah sebagai berikut :

Inilah Empat Malaikat yang Menyertai Manusia Semasa Hidupnya


Pertama, mereka berdiri di sisi anak Adam pada awal penciptaannya. Dalam sebuah riwayat dari Anas bin Malik bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,


كَّل الله بالرحم ملَكاً ، فيقول : أي رب نطفة ؟ أي رب علقة ؟ أي رب مضغة ؟ فإذا أراد الله أن يقضي خلقها قال : أي رب ذكر أم أنثى ؟ أشقي أم سعيد ؟ فما الرزق ؟ فما الأجل ؟ فيكتب كذلك في بطن أمه . رواه البخاري



“Pada setiap rahim Allah mengutus seorang malaikat, Kemudian malaikat tersebut berkata: Ya Allah, nutfah (air mani)? Ya Allah ‘Alaqah (segumpal darah)? Ya Allah, Mudhghah (sekerat daging)? Dan jika Allah ingin menyempurnakan penciptaanNya, malaikat tadi berkata: Ya Allah laki – laki atau perempuan? Sengsara atau bahagia? Berapa rezekinya? Kapan ajalnya? Maka ia menulis hal tersebut di dalam perut ibunya.” (HR Bukhori)” (HR Bukhori)

Kedua, menjaga anak cucu Adam. Allah berfirman, “Sama saja (bagi Tuhan), siapa di antaramu yang merahasiakan ucapannya, dan siapa yang berterus terang dengan ucapan itu, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari. bagi manusia, ada malaikat – malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS Ar Ra’du: 10-11)

Turjumanul Qur’an Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma telah menegaskan bahwa yang selalu mengikuti anak Adam secara bergiliran adalah malaikat – malaikat, untuk menjaga manusia dari depan dan belakang. Apabila bertepatan dengan takdir Allah yang telah ditetapkan kepadanya dari kejadian, musibah dan lain – lain, maka malaikat tersebut berlepas diri.

Mujahid berkata, “Tidaklah setiap orang kecuali ada satu malaikat yang diutus untuk menjaganya dari gangguan jin, manusia atau binatang, baik ketika tidur maupun terjaga. Tidaklah ada sesuatu yang mendatanginya kecuali malaikat penjaga akan berkata, “Di belakangmu?” Kecuali memang Allah izinkan, maka bahaya itu akan menimpanya.

Seseorang pernah berkata kepada Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu, “Sungguh ada sekelompok orang dari Murad ingin membunuhmu!” Beliau menjawab, “Sungguh setiap orang selalu bersamanya dua malaikat yang akan menjaganya selama belum ditakdirkan, namun jika bersamaan dengan takdir maka keduanya berlepas diri, sesungguhnya ajal itu perisai yang tangguh.”

Malaikat yang menyertai cucu Adam secara bergiliran yang disebutkan dalam surat Ar-Ra’du itulah yang dimaksud pada ayat lain yang berbunyi,

وهو القاهر فوق عباده ويرسل عليكم حفظة حتى إذا جاء أحدكم الموت توفته رسلنا وهم لا يفرطون


“Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hambaNya, dan diutusNya kepadaMu malaikat – malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat – malaikat Kami, dan malaikat – malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya.” (QS Al An’am: 61)

Ketiga, para malaikat yang mencatat kebaikan dan keburukan manusia.

Tidak satupun anak Adam yang dapat luput dari penjagaan dua malaikat di sisi kanan dan kirinya, mereka mengawasi dan mencatat segala amal kebaikan dan keburukan manusia sejak masa kecil hingga ajal menjemputnya, sebagaimana Allah subhanahu wata’ala berfirman,

وإن عليكم لحافظين ، كراماً كاتبين ، يعلمون ما تفعلون

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat – malaikat yang mengawasi (pekerjaanmu) yang mulia (di sisi Allah) dan yang mencatat (pekerjaan – pekerjaan itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS Al Infithar: 10-12)

Pada ayat yang lain, Allah juga berfirman, “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya dari urat lehernya, (yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seseorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaff: 16-18)

Malaikat yang berada di sisi kiri mencatat amal keburukan sementara di sisi kanan mencatat kebaikan yang dikerjakan manusia.

إن صاحب الشمال ليرفع القلم ست ساعات عن العبد المسلم المخطئ ، فإن ندم واستغفر الله منها ألقاها ، وإلا كتبت واحدة . رواه الطبراني 

Dari Abu Umamah bahwa Rasulullah shallallahu’alahi wasallam bersabda, “Sesungguhnya (malaikat) yang berada di sebelah kiri, ia akan mengangkat penanya enam jam bagi seorang muslim yang melakukan dosa, jika ia menyesal dan beristighfar kepada Allah maka ia menghapusnya, dan jika tidak maka tertulis satu kesalahan.” (HR Thabrani)

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata ketika menafsirkan ayat,

له معقبات من بين يديه ومن خلفه يحفظونه من أمر الله 



“Bagi manusia ada malaikat – malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS Ar-Ra’du: 10-11).

Yaitu bagi setiap hamba Allah ada malaikat yang bergantian untuk menjaganya pada siang dan malam hari, menjaganya dari segala keburukan dan musibah, sebagaimana malaikat yang lain juga bergantian pada siang dan malam untuk menulis perbuatan hamba tersebut, baik perbuatan yang baik maupun buruk.

Dua malaikat di kiri dan kanan yang menulis semua perbuatan, sebelah kanan bertugas untuk menulis kebaikan, dan sebelah kiri untuk menulis keburukannya.

Dua malaikat yang lain bertugas untuk menjaganya, satu malaikat berada di depannya dan yang lain berada di belakangnya.

Jadi, seorang manusia selalu disertai empat malaikat (Tafsir Ibnu Katsir: 2/504)

Wallahu a’lam


loading...