Ini Penjelasan Al Qur’an Mengapa Kapal Di Laut Tidak Tenggelam



Bagi yang pernah melihat ke lautan ataupun menonton televisi yang menayangkan tentang kapal di laut tentu mengundang sejumlah tanda tanya mengapa alat transportasi tersebut tidak tenggelam dan justru mengapung di permukaan laut. Padahal jelas bahwa kapal yang berukuran besar itu memuat berton-ton barang, namun tetap saja bisa mengapung dan mengarungi lautan.

Jauh berbeda dengan tubuh manusia yang akan langsung tenggelam ketika menceburkan diri ke laut. Padahal berat manusia rata-rata 65 kilogram yang jauh lebih ringan dari berat kapal. Mengapa bisa demikian?

Ini Penjelasan Al Qur’an Mengapa Kapal Di Laut Tidak Tenggelam

Ternyata hal ini dikarenakan adanya prinsip densitas atau massa jenis. Sebuah benda dikatakan mengapung jika memiliki densitas yang lebih kecil. Contohnya seperti minyak yang dimasukkan dalam air, maka minyak akan mengapung di permukaan air karena densitas yang rendah. Sementara itu besi memiliki densitas yang lebih berat daripada air sehingga seharusnya kapal yang terbuat dari besi justru tenggelam.

Dalam rumus mencari densitas, massa benda akan dibagi dengan volume. Dengan kata lain semakin besar volume sebuah benda, maka densitasnya justru akan menjadi lebih kecil. Dan jika densitasnya lebih kecil dari densitas air, maka akibatnya benda tersebut akan mengapung meski memiliki massa yang besar.

Contohnya seperti sebuah drum kosong yang tertutup rapat dan dimasukkan ke dalam air. Drum tersebut akan mengapung selama tidak terjadi kebocoran.

Perlu diketahui bahwa Allah telah menjelaskan dalam Al Qur’an mengenai fenomena ini sejak 14 abad yang lalu dan menjadi renungan bagi manusia.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنْ آيَاتِهِ الْجَوَارِ فِي الْبَحْرِ كَالْأَعْلَامِ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah kapal-kapal di tengah (yang berlayar) di laut seperti gunung-gunung.” (QS. Asy Syura: 32).

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa bahtera tersebut memang akan tampak seperti gunung-gunung yang bergerak ketika dilihat dari kejauhan. Dan memang kenyataannya demikian, terutama bagi yang pernah menaiki kapal dan berlayar di lautan.

Sementara itu dalam Surat Ibrahim ayat 32, Allah berfirman:

… وَسَخَّرَ لَكُمُ الْفُلْكَ لِتَجْرِيَ فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ الْأَنْهَارَ

“… dan Dia telah menundukkan bahtera bagimu supaya bahtera itu berlayar di lautan dengan kehendak-Nya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagimu sungai-sungai.” (QS. Ibrahim: 32).

أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ سَخَّرَ لَكُم مَّا فِي الْأَرْضِ وَالْفُلْكَ تَجْرِي فِي الْبَحْرِ بِأَمْرِهِ …

“Apakah kamu tiada melihat bahwasanya Allah menundukkan bagimu apa yang ada di bumi dan bahtera yang berlayar di lautan dengan perintah-Nya, …” (QS. Al-Hajj: 65).

Dengan penjelasan tersebut, maka sudah sepantasnya bagi kita untuk mengagungkan nama Allah setiap saat. Wallahu A’lam

Baca Juga:





Loading...