Berniat Dialog Secara Kekeluargaan, Sari Roti Justru Menolak Mediasi Dengan 7 Peserta Aksi 212

Diposting pada

Dengan adanya pernyataan dari pihak Sari Roti yang dianggap berlebihan karena takut disangka mendukung aksi 212, perwakilan peserta aksi yang berjumlah 7 orang mendatangi pabrik roti tersebut di kawasan Industri Modern Cikande Kabupaten Serang Banten pada hari Rabu (7/12/2016).

7 orang tersebut merupakan perwakilan dari sejumlah profesi mulai dari pimpinan ponpes, guru, dosen dan kalangan profesional. Mereka pun hendak menemui manajemen Sari Roti secara kekeluargaan terkait klarifikasi atau pernyataan yang dikeluarkan perusahaan tersebut beberapa hari sebelumnya.

Berniat Dialog Secara Kekeluargaan, Sari Roti Menolak Justru Mediasi Dengan 7 Peserta Aksi 212

Namun ternyata 7 perwakilan umat muslim tersebut mendapatkan penolakan dan pihak manajemen hanya bisa menerima 3 orang saja. Padahal 7 orang sudah termasuk jumlah yang sedikit dan tentunya bisa masuk dalam ruang pertemuan.

Berusaha untuk mencari solusi, perwakilan umat muslim kemudian meminta agar pertemuan dilakukan di ruang tunggu agar lebih luas dan bisa dihadiri oleh pihak keamanan sehingga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

Setelah menunggu hampir satu jam di lokasi, ternyata pihak manajemen tetap tidak bisa menemui 7 orang tersebut. Padahal sebelumnya 7 orang tersebut sudah meminta izin satu hari sebelumnya melalui telepon untuk melakukan audiensi.

“Terpaksa kami langsung pulang setelah semua permintaan dari kami ditolak oleh Kantor Sari Roti di Cikande. Kami katakan terima kasih sudah tidak mau menerima rombongan kami untuk klarifikasi ini,” tulis Muhammad Arif Kirdiat, perwakilan kaum Muslimin melalui akun Facebooknya, Rabu (7/12/16).

Baca Juga:

Loading...