5 Cara Merasakan Nikmatnya Beribadah Kepada Allah Ta’ala



Beribadah merupakan jalan mendekatkan diri kepada Allah. Mereka yang melaksanakan ibadah pun tentu akan merasakan sebuah kenikmatan dan ketenangan. Hanya saja ada sebagian dari kita yang telah merasa kehilangan kenikmatan tersebut.

Jika dahulu ibadah seperti sholat bisa membuatnya merasa tenang dan lapang, kini sholat yang dilakukan seakan tak berbekas dan hati terasa kosong.

5 Cara Merasakan Nikmatnya Beribadah Kepada Allah Ta’ala

Ketahuilah bahwa kita yang mengalaminya masih beruntung diberikan kesadaran itu. Karena banyak orang yang justru mengalami hal tersebut namun enggan untuk mempertanyakannya hingga maut pun menjemput. Dengan merasakan perbedaan tersebut, boleh jadi ada hikmah agar kita berusaha untuk mencari jalan keluar dalam memperbaiki hubungan dengan Allah.

Lantas bagaimanakah cara untuk merasakan kembali nikmatnya beribadah? Berikut ada 5 cara yang bisa dilakukan.

1. Sekuat Tenaga Untuk Bersungguh-Sungguh Taat Kepada Perintah Allah

Merasakan jiwa jauh dari Allah pertanda hati kita menjadi hampa. Jangan dibiarkan, melainkan lawanlah sekuat tenaga dan berusaha bersungguh-sungguh menunaikan perintah Allah. Dengan kata lain, paksakan diri untuk melakukan ibadah dan bersabarlah dalam melakukannya.

2. Menjauhkan Diri Dari Perbuatan Yang Berbuah Dosa

Tidak merasakan nikmat saat beribadah juga bisa dikarenakan dosa yang diperbuat. Karenanya jauhilah berbagai perbuatan yang mendatangkan dosa, baik kecil maupun besar. Dengan bersarangnya dosa bisa membuat hati menjadi kasar, keras dan kosong. Karenanya lawanlah setiap keinginan berbuat dosa sebelum akhirnya kehilangan cinta Allah.

3. Menjadikan Diri Sebagai Manusia Yang Berakhlak Mulia

Rasulullah merupakan contoh suri tauladan yang baik dan sudah seharusnya kita sebagai umatnya mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah agar bisa merasakan nikmatnya beribadah. Beberapa diantaranya dengan menjauhi sikap berlebihan dalam makan maupun minum.

Jagalah setiap perkataan yang keluar dari bibir agar senantiasa ada dalam kebaikan. Jaga juga hati dari sikap terlalu membenci orang lain ataupun cenderung kepada hal duniawi.

4. Menjadikan Ibadah Sarana Mendekatkan Diri Kepada Allah

Sesungguhnya tujuan manusia diciptakan tak lain hanyalah untuk beribadah guna mendapatkan ridho Allah. Karenanya setiap kali kita hendak melaksanakan ibadah, tanamkan dalam diri untuk mendapatkan cinta-Nya. Dengan memperoleh cinta Allah, maka hidup akan terbimbing dan senantiasa ada dalam jalan-Nya.

5. Meyakini Bahwa Ibadah Akan Bernilai Di Dunia Dan Di Akhirat

Ibadah bukan hanya menjadi kewajiban semata, namun juga memiliki nilai kebaikan di dunia dan di akhirat. Semua ibadah sekecil apapun tidak akan disia-siakan oleh Allah dan akan dibalas dengan cara yang terbaik.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu, bersabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang artinya:

“Tiga perkara apabila terdapat pada diri seseorang, ia merasai kemanisan iman: Siapa yang cintanya kepada Allah dan Rasul lebih dari cintanya kepada yang lain; siapa yang cintanya kepada orang lain hanya karena Allah (dan bukan karena suatu tujuan duniawi); dan ia membenci kembali kepada kekufuran selepas Allah menyelamatkannya (dari kekufuran), sebagaimana bencinya akan dicampakkan ke dalam api.” (Riwayat Muslim)

Baca Juga:





loading...