Ternyata Teknologi Digital 5 Dimensi Yang Menjadi Teknologi Tercanggih Telah Ada Di Zaman Rasulullah




Teknologi yang semakin berkembang saat ini memang telah banyak membantu manusia untuk melakukan aktivitas. Bahkan kegiatan yang harusnya selesai berminggu-minggu bisa selesai dalam waktu yang singkat.

Salah satu teknologi yang digadang-gadang akan menjadi teknologi tercanggih adalah teknologi digital 5 dimensi yang menampilkan visual gambar secara nyata dan bisa dipegang serta diotak-atik. Salah satu film yang menayangkan teknologi tersebut adalah Film Iron Man dimana Tony Shark yang menjadi tokoh utamanya didampingi oleh asisten digital berbasis komputer bernama JARVIS (Just A Really Very Intellegent System).

Ternyata Teknologi Digital 5 Dimensi Yang Menjadi Teknologi Tercanggih Telah Ada Di Zaman Rasulullah

Aplikasi tersebut bisa memunculkan gambar menjadi tampilan 5 dimensi. Dengan hanya satu sentuhan saja, gambar tersebut tampak berbentuk dan bisa dilihat dari berbagai sisi.

Namun tahukah bahwa teknologi masa depan tersebut sudah ada sejak zaman Rasulullah? Meski sulit untuk diterima, namun peristiwa tersebut terjadi setelah Rasulullah melakukan Isra Mi’raj.

Keterangan ini dimuat dalam hadist dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhu dimana ia berkata, “Telah bersabda Rasulullah SAW: Ketika malam aku diisra’kan dan subuhnya aku telah sampai di Makkah, aku mengkhawatirkan urusanku, dan aku tahu bahwasanya manusia akan mendustakanku. Kemudian aku duduk bersedih hati.”

Ia Ibnu Abbas berkata: “Kemudian melintaslah musuh Allah, Abu Jahal. Dia datang sehingga duduk di dekat beliau, kemudian berkata kepada beliau: Kamu tampak sedih, apakah ada sesuatu?” Rasulullah SAW pun menjawab, “Sesungguhnya aku diisra’kan malam tadi.”

Dia berkata, “Ke mana?” Beliau menjawab, “ke Bait Al-Maqdis.” Dia berkata, “Kemudian engkau subuh sudah ada di hadapan kami (di Makkah ini)?” Beliau jawab, “Ya.” Ia berkata, “Namun dia tidak menampakkan sikap bahwa ia mendustakannya karena takut beliau tidak mau menceritakan hal itu lagi jika kaumnya dipanggilkannya.”

Dia berkata, “Tahukah engkau, jika engkau hendak menda’wahi kaummu, kau harus kisahi mereka apa yang barusan kau ceritakan padaku.” Rasulullah SAW pun menjawab, “Ya.” Kemudian dia berseru, “Kemarilah wahai penduduk Bani Ka’ab bin Lu’ai! Lalu mereka berkumpul kepadanya datang sampai duduk mengelilingi keduanya.”

Dia berkata, “Kisahi kaummu apa yang telah engkau kisahkan kepadaku.” Rasulullah SAW pun berkata, “Sesungguhnya malam tadi aku diisra’kan.” Mereka bertanya, “Ke mana?” Kujawab, “Ke Bait Al-Maqdis.” Mereka bertanya, “Kemudian subuh engkau berada di depan kami.” Beliau menjawab, “Ya.”

Ia (Ibnu Abbas) berkata: Maka ada yang bersorak dan ada yang meletakkan tangannya di atas kepala karena heran atas kebohongan itu (menurut mereka). Mereka berkata, “Dan apakah engkau dapat menyifatkan kepada kami masjid itu? Dan di antara penduduk ada yang pernah pergi ke negeri itu dan pernah melihat masjid itu.”

Maka Rasulullah SAW bersabda, “Maka aku mulai menyebutkan ciri-cirinya dan tidaklah aku berhenti menyifatkan sehingga aku lupa beberapa cirinya.” Beliau bersabda, “Lantas didatangkan masjid sampai diletakkan tanpa kesamaran sehingga aku dapat melihat(nya). Maka aku menyifatkan dengan melihat hal itu.” Ia berkata, “Dan sampai ini, ada sifat yang tidak aku hafal.” Ia berkata: kemudian ada kaum yang berkata, “Adapun sifat tersebut, demi Allah, ia benar,” (HR. Ahmad (2680), disahkan Al-Albani dalam Ash-Shahihah (VII:3021)).

Sangat jelas dalam hadist tersebut bahwa Allah memperlihatkan kepada Rasulullah bentuk Masjid Baitul Maqdis tepat di hadapannya tanpa terlihat oleh orang lain. Sama halnya dengan teknologi digital 5 dimensi dimana Rasul dapat melihat secara jelas setiap bagian masjid Baitul Maqdis untuk diterangkan kepada masyarakat tanpa keraguan.

Benarlah firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an seiring perkembangan teknologi yang terus bermunculan.

“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al Isra 1)

Jika dahulu ayat-ayat Al Qur’an ditertawakan lantaran tidak masuk akal, kini keterangan tersebut benar-benar menjadi logis dan dapat dibuktikan dengan fakta. Subhanallah

Baca Juga: