Berkat Sholawat, Lolos Dari Siksa Malaikat




Selain mendatangkan segala kebajikan, mengangkat derajat dan memperoleh syafaat dari Nabi, bersholawat juga dapat menjadi salah satu sisi yang dapat menggugurkan segala dosa dan menyelematkan diri sang pembaca dari segala siksaNya. Sebagaimana yang telah diceritakan dalam suatu kisah berikut ini :

Berkat Sholawat, Lolos Dari Siksa Malaikat


Syahdan, tersebutlah seorang wanita shalehah yang memiliki seorang putri. Putrinya tersebut merupakan seorang pendosa yang hidupnya dilaluinya dengan pelbagai perbuatan maksiat. Betapa sang ibu menyadari akan tabiat buruk putrinya tersebut, tak lelah ia menegur dan menghukum putrinya supaya ia kembali kepada jalan yang benar, namun rupanya segala petuah dan rintihan lara yang mendera hati sang ibu akibat ulah – ulahnya tersebut tak lantas membuat kalbunya tergerak untuk bertaubat. Sebaliknya, ia kian oleng dari jalan Allah, ia kian terjerembab dalam kubangan dosa.

Perbuatan maksiat dan dosa itu berlangsung terus – menerus hingga ia menemui ajalnya. Mengetahui akan hal itu, tentu saja hati sang ibu dirundung rasa duka dan sedih mendalam. Ia tak sanggup hati mendapati anaknya yang meninggal sebelum ia sempat bertaubat. Ia tak mendapati satupun sisi baik yang barangkali dapat menyelamatkan anaknya di hadapan Allah. Akhirnya sang ibu hanya bisa bermunajat, berdoa hari – hari supaya Allah mengampuni senarai dosa putrinya itu seraya pasrah.

Hingga suatu ketika pada suatu malam tatkala sang ibu telah larut dalam tidurnya, ia bermimpi menyaksikan putrinya sedang mengerang kesakitan akibat disiksa oleh malaikat penjaga kubur. Kendati hanya dilihatnya melalui mimpi, namun hati sang ibu kembali gelisah dan dibelenggu kedukaan mendalam, betapa ia tak kuasa bila gambaran akan putrinya yang sedang melalui rentetan siksaan di alam barzakh itu datang menghantui benaknya. Namun benarkah mimpi sang ibu, bahwa anaknya tengah disiksa?

Pada lain malam, rupanya ia kembali bermimpi melihat anaknya dalam kondisi sebaliknya. Disaksikan melalui mimpinya tersebut, putrinya sedang berada di suatu tempat yang indah laksana surga. Raut mukanya terang dan memancarkan kebahagiaan dan kegembiraan, ia bahkan mendapat perlakuan yang begitu baik disana. Hal ini pun lantas membuat sang ibu terheran, hingga ia pun bertanya kepada putrinya, “Bagaimana kau bisa mendapat kedudukan yang mulia seperti ini? Padahal semasa hayat yang ku tahu kau merupakan seorang wanita yang berlumuran dosa.”

Putrinya kemudian tersenyum seraya menjawab, “Wahai ibunda, suatu ketika melintaslah di hadapanku sekerumun orang yang tengah mengusung jenazah dan hendak dikebumikan. Aku mengenal mayat itu, ia jauh lebih buruk daripada diriku. Akupun turut mengiringi pemakamannya dan tatkala itu aku juga menyaksikan makam – makam lainnya. Ketika itulah aku berfikir bahwa laki – laki sial itu sudah pasti ditimpa oleh huru – hara akibat perbuatan maksiatnya.

Secara tidak sadar aku menangis dan membayangkan kalau diriku juga bakal ditimpa peristiwa mengerikan yang sama. Pada saat itulah aku menyesali segala kesalahan dan dosa yang telah ku perbuat, dan bertaubat dengan sebenar – benarnya taubat di hadapan Ilahi.

Kemudian aku membaca Al Quran dan sholawat Nabi Shalallahu ‘alaihi Wasallam sebanyak sepuluh kali dan membacakan sholawat yang ke sebelaskalinya dimana pahalanya kuhadiahkan kepada ahli kubur yang nahas tersebut, sehingga di situlah Allah Subhanahu Wa ta’ala menunjukkan kemahapengampunannya. Dia mengampuni dosa – dosaku dan para malaikat tak jadi mensiksaku. Jadi apa yang telah engkau lihat kini wahai ibunda, itulah nikmat yang telah Allah berikan atasku. Ketahuilah ibunda, bahwa sholawat Baginda Nabi kita itu menjadi cahaya di dalam kuburku, menghapuskan dosa – dosaku dan menjadi rahmat bagi orang – orang yang hidup maupun yang sudah meninggal.”

Demikian satu kisah yang agaknya dapat memberi kita suatu hikmah akan dahsyatnya faedah yang dapat kita peroleh dengan bersholawat kepada Nabi. Semoga Allah melimpahkan segenap hidayah dan taufiqnya kepada kita semua supaya kita dapat senantiasa menyenandungkan sholawat kepada Kinasihnya. Aaminn.

“Sesungguhnya Allah dan para malaikatNya bersholawat untuk Nabi. wahai orang – orang yang beriman, bersholawatlah kalian untuk Nabi dan sampaikanlah salam penghormatan kepadanya.” (QS Al-Ahzab: 65)

“Barangsiapa membaca sholawat kepadaku satu kali, maka Allah menurunkan sepuluh rahmat kepadanya.” (HR. Muslim)

“Setiap mikmin yang bersholawat satu kali kepada Nabi, niscaya malaikat Jibril memohonkan rahmat untuknya sepuluh kali.” (HR. Ibnu Majah)

“Sesungguhnya manusia yang paling utama di sisiku kelak di hari kiamat adalah mereka yang paling banyak membaca sholawat kepadaku.” (HR. Tirmidzi)