Waspada! Beredar Pesan Hoax Terkait Kuota Haji




Berita tentang penambahan kuota haji bagi jamaah Indonesia beredar di media sosial. Disebutkan dalam pesan tersebut Raja Salman minta maaf atas antrean panjang jamaah Indonesia untuk bisa naik haji.

Waspada! Beredar Pesan Hoax Terkait Kuota Haji


Sebagai permintaan maaf, Raja Salman lalu menambah kuota haji Indonesia sampai jumlah antrean habis hingga tahun keberangkatan 2030.

Berikut isi broadcast yang tersebar tersebut:

Ini saja utk yg mau pergi haji dari indonesia.. utk segera ndaftar

Bp/ibu izin share untuk yg sdh punya porsi haji

Ini ada info yg sdh daftar haji mungkin bermanfaat 
KABAR GEMBIRA !!!!

Hasil pertemuan Menteri Agama RI dg Raja Saudi (Raja Salman)

-Mengingat bahwa jumlah masyarakat muslim Indonesia adalah terbesar di dunia (mencapai sktr 50%)

-Juga dikarenakan antrian jemaah haji Indonesia sudah mencapai 25 thn an

-Juga dikarenakan pengelolaan haji Indonesia yang paling terurus dan teratur

Maka,

-Raja Salman memohon maaf kepada seluruh masyarakat muslim Indonesia karena merasa bahwa Beliau sudah mendzolimi masyarakat muslim Indonesia.

-Kemudian Beliau memerintahkan kepada Kementrian Haji Arab Saudi untuk mulai tahun 2017 yang akan datang agar menambahkan kuota haji Indonesia 100.000/tahun hingga antrian tersebut habis...

Dan selanjutnya Indonesia akan diberi kuota sekitar 30-40% dari kapasitas haji yang sekitar 3-4jt jemaah per musim haji (kuota Indonesia menjadi sktr 1-1,25jt) dengan membatasi kuota untuk negara arab lainnya (selama ini tidak dibatasi).

Informasi dari Sekretaris Raja Salman

Di telivisi sudah ada info dari kementrian agama.....insylh tahun depan ditambah kuotanya...
Sebetulnya tahun ini sudah ada..tapi pemerintah saudi menyampaikannya saat jamaah sudah mulai diberangkatkan..jadi terlalu mepet persiapannya..
Jadi insylh tahun depan..
Semoga Allah mudahkan niat seluruhnya untuk sampai ke tanah suci.
dan semoga berita tsb bisa terwujud mengingat waiting list haji sdh belasan tahun lamanya.... Aamiin....

Smg bermanfaat Nomor Porsi Haji Reguler Tahun 2016 s/d Tahun 2030

Tahun Keberangkatan 2016, No Porsi 1300368647 - 1300395789t
Tahun Keberangkatan 2017, No Porsi 1300395790 - 1300422932
Tahun Keberangkatan 2018, No Porsi 1300422933 - 1300450075
Tahun Keberangkatan 2019, No Porsi 1300450076 - 1300477218
Tahun Keberangkatan 2020, No Porsi 1300477219 - 1300504361
Tahun Keberangkatan 2021, No Porsi 1300504362 - 1300531504
Tahun Keberangkatan 2022, No Porsi 1300531505 - 1300558647
Tahun Keberangkatan 2023, No Porsi 1300558648 - 1300585790
Tahun Keberangkatan 2024, No Porsi 1300585791 - 1300612933
Tahun Keberangkatan 2025, No Porsi 1300612934 - 1300640076
Tahun Keberangkatan 2026, No Porsi 1300640077 - 1300667219
Tahun Keberangkatan 2027, No Porsi 1300667220 - 1300694362
Tahun Keberangkatan 2028, No Porsi 1300694363 - 1300721505
Tahun Keberangkatan 2029, No Porsi 1300721506 - 1300748648
Tahun Keberangkatan 2030, No Porsi 1300748649 - 1300775791

Sumber: Siskohat Kemenag 

Mohon konfirmasi, share dari dan untuk kerabat. 🙏
bisa juga di lihat di alamat www.kemenag.go.id
masukin no porsi nya....klik cari...insyaa Allah kelihatan deh thn brkt nya... 

Moga kita diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah... Amin Ya Rabb...


Investigasi:

Kabarmakkah.com menanyakan pesan tersebut ke Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin. Dia memastikan informasi yang tersebar melalui berbagai media sosial tersebut tidak benar alias hoax.

"Sama sekali tidak benar," ucap Lukman saat dikonfirmasi, Selasa (18/10/2016).

Menag Lukman sebelumnya sempat membantah kabar tersebut dalam twitternya pada 12 September 2016 lalu. Saat itu Menag Lukman merespons cuitan seorang pengguna twitter dengan akun @v_fikry tentang kabar itu.

"Saya belum pernah bertemu dengan Raja Salman...," cuit Lukman saat itu.

Waspada! Beredar Pesan Hoax Terkait Kuota Haji


Di hubungi terpisah, Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Abdul Jamil juga mengatakan informasi penambahan kuota itu tidak benar.

"Saya nyatakan itu tidak benar. Itu tidak ada," kata Abdul seperti dilansir Detik, Selasa (18/10/2016).

Menurut Abdul, kuota haji Indonesia baru bisa diketahui saat penandatanganan MoU yang dilakukan pada tahun 2017 nanti. Sehingga tidak mungkin jumlah kuota untuk tahun 2017 dan 2030 diketahui saat ini.

"Kuota baru akan fixed nanti pada tahun 2017 ketika penandatangan MoU antara Kementerian Agama RI dan Kementerian Arab Saudi. Angka itu yang dipegang sebagai dasar untuk dikeluarkannya visa," jelas Abdul.

Abdul mengimbau agar masyarakat tidak mudak percaya dengan kabar yang belum jelas kebenarannya. "Kabar itu sudah lama beredar tapi infonya tidak benar," ucapnya.

Selain itu, dalam pesan berantai itu disebutkan bila Menag Lukman bertemu dengan Raja Salman membahas soal kuota haji. Hal ini bertolak belakang dengan fakta yang ada.

Saat berada di Arab Saudi, memang benar Menag bertemu dengan Raja Salman pada Selasa 13 September 2016. Namun pertemuan Menag Lukman dengan Raja Salman itu tidak membahas soal kuota haji Indonesia. Pertemuan itu merupakan undangan resmi Raja Salman untuk Amirul Haj atau pimpinan misi haji seluruh negara. Mereka membahas soal pelaksanaan haji 2016.

"Saya banyak mendapat masukan. Kemarin saya hadir dalam pertemuan undangan resmi Raja Salman yang mengundang seluruh Amirul Haj, pimpinan misi haji seluruh negara. Saya bertemu dengan misi haji negara lain. Mereka sangat mengapresiasi bahwa Indonesia bisa menjadi contoh dalam mengembangkan manajemen haji. Ini patut kita syukuri," tutur Menag pada Rabu, 14 September 2016 lalu.

Kesimpulan:

Pesan berantai soal penambahan kuota haji hingga antrean habis adalah tidak benar atau hoax.




loading...

close ini