Sudah Ditetapkan! Ini Keputusan MUI Terkait Kasrin, Tukang Becak Yang Naik Haji Secara Misterius




Ramainya pemberitaan tentang sosok tukang becak bernama Kasrin yang bisa naik haji secara misterius menuai perdebatan. Ada yang mempercayainya dan ada pula yang ragu benarkah Kasrin telah melaksanakan semua rukun ibadah tersebut meski dilakukan secara gaib.

Menanggapi fenomena yang cukup dirasa meresahkan dan berujung diistimewakannya seseorang lantaran dianggap memiliki kelebihan gaib, pihak MUI kemudian turun tangan.

Sudah Ditetapkan! Ini Keputusan MUI Terkait Kasrin, Tukang Becak Yang Naik Haji Secara Misterius
Kasrin saat di rumahnya (Radarkudus.com)
Dituturkan oleh MUI bahwa mereka telah mengirim tiga orang utusan ke rumah Kasrin untuk membuktikan kebenaran Kasrin telah berhaji atau tidak. Setelah mendapatkan laporan dari ketiga utusan tersebut, MUI menetapkan bahwa Kasrin, tukang becak yang bisa naik haji secara ajaib tersebut tidak berangkat atau melaksanakan haji sama sekali.

Ketiga utusan yang datang pada hari Jumat (7/10/2016) ke rumah Kasrin tersebut yakni Ketua MUI Rembang Zainudin Jafar, Bendahara Umum MUI Rembang Abdul Wahid Hasbi dan Ketua Komisi Fatwa Ahmad Toha.

Dijelaskan oleh Zainudin bahwa ketiganya datang layaknya tamu lain yang ingin mendengarkan cerita dari Kasrin dan tidak mengatakan berasal dari MUI.

“Awalnya kami memang sengaja tidak bilang dari MUI,” ucap Zainudin, sebagaimana dikutip dari Jawa Pos, Senin (10/20/2016).

Namun ketika ditanyakan mengenai rukun haji dan syarat-syarat yang harus dipenuhi selama berhaji, Kasrin tidak tahu menahu. Bahkan saat ditanya apakah melihat Ka’bah ketika di Mekkah, ia pun juga tidak melihatnya.

Ketika ditanyakan tentang lokasi thawaf, Kasrin menjawab bahwa lokasi tersebut berada di sebuah lapangan. Hanya saja ia tidak tahu dimana lokasi tersebut tepatnya.

“Tidak tahu apa itu wukuf. Arafah itu apa juga tidak tahu. Melihat Ka’bah juga tidak. Bahkan baju ihrom yang paling pokok pun tidak punya. Pengakuannya, dia pakai baju putih,” tambah Zainudin.

Selain itu Kasrin juga tidak mengetahui bacaan apa saja yang harus dilafadkan selama berhaji. Untuk doa keselamatan yang umum dibaca oleh masyarakat muslim pun ia tidak mengetahuinya.

“Tapi justru malah masyarakat berbondong-bondong minta doa ke sini (Pak Kasrin),” ungkap Zainudin.

Setelah dirasa cukup, ketiganya kemudian mengatakan bahwa mereka merupakan perwakilan dari MUI Rembang dan saat itu juga dilakukan musyawarah serta memutuskan bahwa Kasrin tidak pernah berangkat haji.

Baca Juga:







loading...