Lho Ternyata Pengikut Dimas Kanjeng Kebanyakan Orang Kaya




Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa memastikan tidak ada satu pun bantuan dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang akan diberikan kepada pengikut Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng, tersangka dugaan penipuan bermodus penggandaan uang di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Lho Ternyata Pengikut Dimas Kanjeng Kebanyakan Orang Kaya


Menurutnya, mereka yang menjadi korban penipuan Dimas Kanjeng justru orang-orang yang berkeinginan untuk memenuhi kebutuhannya di luar kebutuhan praktis jangka pendek. Mereka kebanyakan  orang-orang terdidik dan secara ekonomi masuk kategori menengah ke atas.

Karena itu, Khofifah memastikan tidak ada penerima bantuan sosial jadi pengikut Dimas Kanjeng.

"Ada penerima PKH yang dapat Rp400 sampai Rp600 ribu saya tanya, tertarik enggak menggandakan uangnya ke Dimas Kanjeng? Mereka jawab tidak," kata Khofifah di Pondok Pesantren Bumi Aswaja Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu 23 Oktober 2016.

Khofifah berharap ada yang melakukan penelitian dan menganalisa kenapa banyak kalangan orang kaya justru tertarik menggandakan uangnya ke Dimas Kanjeng. Dia menyebut contoh korban Dimas Kanjeng yang merugi sampai Rp200 miliar dan sudah melapor ke Kepolisian Daerah (Polda) Jatim beberapa waktu lalu.

"Perlu diketahui secara analitik yang sampai Rp200 miliar itu dan masih mau digandakan, sebetulnya atas nama apa sehingga tertarik melakukan pola-pola seperti itu," kata Khofifah.

Di bagian lain, Polda Jatim dikabarkan mencari alat bukti untuk menjerat Dimas Kanjeng dengan pasal pencucian uang, selain sangkaan penipuan. Ditengarai, pengasuh Padepokan Dimas Kanjeng itu menggunakan uang ribuan korbannya untuk membeli sejumlah aset berupa lahan, bangunan, dan benda bergerak lain.

Polda Jatim sudah menyita sejumlah aset, baik yang dikuasai Dimas Kanjeng maupun orang-orang dekatnya. Selain aset lahan dan bangunan serta uang, penyidik juga telah menyita delapan mobil, di antaranya yang masuk kategori mewah ialah satu unit Mitsubishi Pajero Sport dan satu unit Toyota Alphard.

Seperti diketahui, Dimas Kanjeng dan padepokannya jadi bahan perbincangan di sosial media setelah dia ditangkap oleh petugas gabungan Polres Probolinggo dan Polda Jatim di Dusun Cengkelek, Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, pada Kamis, 22 September 2016.

Dia menjadi tersangka kasus pembunuhan dua santrinya sendiri, Ismail Hidayat dan Abdul Gani. Selain itu, Dimas juga ditetapkan sebagai tersangka penipuan bermodus penggandaan uang. Diduga, korbannya puluhan ribu orang dengan total kerugian korban sekira ratusan miliar, bahkan bisa triliunan.




loading...

close ini