Kiai NU Ini Diam-Diam Bangga Dengan FPI




Bertepatan dengan Hari Santri Nasional yang jatuh pada hari Sabtu (22/10/2016), seorang Kiai NU yang sangat dikenal masyarakatnya yaitu KH Idrus Ramli membuat sebuah pengakuan yang sangat mengejutkan. Melalui media sosial, tulisannya pun menjadi viral dan disebar oleh netizen lainnya.

Kiai NU Ini Diam-Diam Bangga Dengan FPI

Berikut adalah kutipannya

Saya warga NU sejak sebelum lahir. Saya bangga dengan ke-NU-an saya. Saya juga santri. Saya bangga sebagai santri. Tetapi diam-diam saya juga bangga dengan FPI. Saya bersyukur, umat Islam di Indonesia mempunyai FPI. Barangkali hadits ini di antara dasar saya:

عَنْ دُرَّةَ بِنْتِ أَبِي لَهَبٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا، قَالَتْ: قَامَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللهِ أَيُّ النَّاسِ خَيْرٌ؟ فَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «خَيْرُ النَّاسِ أَقْرَؤُهُمْ وَأَتْقَاهُمْ وَآمَرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ، وَأَنْهَاهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ، وَأَوْصَلُهُمْ لِلرَّحِمِ»

Sahabat Durrah binti Abi Lahab radhiyallaahu ‘anha berkata: “Seorang laki-laki berdiri ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang di atas Mimbar, lalu berkata: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling baik?” Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab: “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling mengerti terhadap isi al-Qur’an, paling bertakwa, paling gigih dalam menyuruh kebaikan, paling gigih dalam mencegah kemungkaran dalam paling semangat dalam bersilaturrahmi.” (HR Ahmad [27434], al-Thabarani dalam al-Kabir dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban).

Saya perhatikan, FPI adalah organisasi yang paling gigih dalam ber'amar ma’ruf dan nahi munkar. Meskipun tidak sedikit organisasi dan umat Islam lainnya sering mencibir dan mengkritik mereka. Tetapi mereka kebanyakan tidak peduli dan pendiam terhadap kemungkaran.

Selamat hari santri.

Memang itulah harusnya seorang muslim dimana meskipun pada dasarnya mereka memiliki pendapat yang berbeda dalam segi syar’i, namun ketika aqidah dan Al Qur’an yang menjadi pedoman hidup dilecehkan, maka mereka pun saling dukung dan menghapus segala perbedaan yang ada.

Bukan yang baru mendapati adanya perbedaan pendapat antara NU dan FPI. Meski demikian keduanya memiliki ketauhidan yang satu dan pedoman hidup yang sama. Inilah yang menyatukan umat Islam meski memiliki latar belakang yang berbeda.

Semoga dengan kutipan dari KH Idrus Ramli tersebut bisa menggerakkan warga NU yang diketahui terbelah karena adanya dukungan Nusron Wahid terhadap penista agama untuk bisa kembali bersatu padu dalam membela agama Allah. Aamiin

Baca Juga:







loading...

close ini