Keyakinan Penjaga Sekolah SD Mempawah Yang Membawanya Bisa Ke Tanah Suci




Tak selamanya melaksanakan ibadah haji hanya bisa dilakukan oleh mereka yang berkelebihan harta. Dengan keyakinan dan niat yang ikhlas pun menjadi jalan seseorang untuk bisa berada di tanah suci guna melaksanakan rukun islam yang kelima tersebut.

Salah satunya seperti yang dirasakan oleh seorang penjaga sekolah SD Mempawah Pontianak yang kini telah pulang dari menunaikan ibadah haji. Jamaah haji bernama Ismail Arif ini telah membuktikan bahwa keyakinan yang kuat bisa membuat seseorang yang sederhana pun dapat pergi ke tanah suci.

Keyakinan Penjaga Sekolah SD Mempawah Yang Membawanya Bisa Ke Tanah Suci
Jamaah haji, Ismail Arif (peci putih) dan Bupati Kabupaten Mempawah, Ria Norsan (Ishak/Tribunpontianak.co.id)
“Banyak orang yang punya harta tapi enggan berhaji,” ucapnya saat berada di asrama haji, sebagaimana dikutip dari Tribun Pontianak, Sabtu (1/10/2016).

Dari penuturannya, niat yang tulus dan ikhtiar yang sungguh-sungguh menjadi sebab seseorang bisa berhaji, ketimbang mereka yang berkelimpahan harta. Dengan tekat yang kuat, seseorang akan mengupayakan yang terbaik baik dalam segi finansial maupun secara fisik.

Ismail pun berkeyakinan bahwa Allah akan memberikan rezeki untuk bisa berhaji kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, meski kehidupan orang tersebut sangat sederhana. Terkadang ia pun merasa bahwa Allah membukakan jalan rezekinya sedikit demi sedikit sehingga akhirnya bisa menunaikan rukun Islam tersebut.

Ismail yang merupakan seorang PNS golongan bawah ini awalnya tidak menyangka jika mampu berhaji tahun ini. Wajar memang, mengingat hasil usahanya sebagai seorang penjaga sekolah dan pesuruh tidak terlalu besar. Sementara biaya untuk melaksanakan haji tidaklah sedikit.

Meski begitu, kerinduannya untuk bisa berada di depan Ka’bah amatlah besar. Ia ingin sekali bisa berada di depan kiblat yang menjadi arah sholat.

Perlahan tapi pasti, ikhtiar dan doanya pun berbuah manis karena ia ditakdirkan untuk bisa berangkat tahun ini dan pulang dengan selamat. Bahkan Allah menakdirkan Ismail bisa pergi berhaji dengan istrinya, Asmarani bin H Abdul Rani Hasan.

“Nabungnya lumayan lama. Adalah empat tahun lebih,” tuturnya yang membuktikan adanya campur tangan Allah atas terbukanya pintu rezeki.

Sekembalinya ke tanah air, Ismail pun begitu rindu untuk mengikuti rangkaian ibadah tersebut dengan penuh kekhusyukan. Yang jelas ia berharap agar ibadahnya bisa diterima Allah dan menjadi haji yang mabrur.

Baca Juga:







loading...

close ini