Jika Tak Lakukan Ini, Anda Belum Dikatakan Sepenuhnya Bertaubat




Setiap manusia tidak luput dari dosa dan salah. Namun Allah telah memberikan jalan keluar atas segala dosa yang telah dilakukan yakni dengan melakukan taubat. Tak hanya menyesal atas apa yang telah diperbuat, namun taubat juga harus diiringi dengan tekat untuk tidak melakukan hal yang salah tersebut.

Mengapa demikian? Karena jika masih melakukan dosa yang sama, berarti kita belum dianggap bertaubat. Ini karena Allah memerintahkan manusia untuk bertaubat dengan yang sebenar-benarnya.

Jika Tak Lakukan Ini, Anda Belum Dikatakan Bertaubat

“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (QS At Tahrim 8)

Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa taubat meliputi menghindari, menyesali dan tidak mengulanginya lagi.

“Taubat yang tulus yaitu dengan menghindari dosa untuk saat ini, menyesali dosa yang telah lalu, bertekat tidak mengulangi dosa itu lagi di masa yang akan datang. Lalu jika dosa tersebut berkaitan dengan hak sesama manusia maka ia harus menyelesaikan atau mengembalikannya.” (Tafsir Al Qur’an Al Adzim)

Sahabat Rasulullah, Hudzaifah pernah mengatakan bahwa seseorang yang berdusta adalah beristighfar lantas mengulangi dosanya lagi.

“Cukup seseorang dikatakan berdusta ketika ia mengucapkan, “Aku beristigfar pada Allah (aku memohon ampun pada Allah) lantas ia mengulangi dosa tersebut lagi.” (Jamiul Ulum Wal Hikam)

Sementara Ibnu Rajab Al Hambali mengatakan bahwa percuma orang yang berkata telah bertaubat namun masih mengulangi dosanya.

“Terlarang seseorang mengucapkan ‘Aku bertaubat kepada Allah’ lantas ia mengulangi dosa tersebut kembali. Karena taubat nasuha berarti seseorang tidak mengulangi dosa tersebut selamanya. Jika ia mengulanginya, maka perkataannya tadi ‘Aku telah bertaubat’ hanyalah kedustaan.”

Wallahu A’lam

Baca Juga:







loading...

close ini