Inilah Penggali Sumur Zam-Zam Yang Sebenarnya Berdasarkan Hadist Rasulullah




Salah satu bukti kebesaran Allah di tanah suci adalah adanya air zam-zam yang terus mengalir meski sudah digunakan oleh berjuta-juta jamaah haji setiap tahunnya. Belum lagi digunakan oleh mereka yang melaksanakan umroh sejak dahulu.

Meski kisah yang beredar menyebutkan bahwa zam-zam muncul dari gesekan kaki mungil Ismail, namun dalam sebuah hadist Rasulullah riwayat Bukhari tertulis dengan jelas bahwa ada sosok lain yang menggali sumur zam-zam tersebut.

Inilah Penggali Sumur Zam-Zam Yang Sebenarnya Berdasarkan Hadist Rasulullah

“Ini adalah kejadian yang mendasari tradisi jamaah haji berjalan antara Safa dan Marwah ketika Siti Hajar mencapai bukit Marwah, ia mendengar sebuah suara, kemudian dia diam dan mendengarkan dengan penuh perhatian. Ia mendengar suatu itu terus menerus dan berkata, “Wahai! Engkau telah membuatku mendengarkan suaramu, apakah kamu memiliki sesuatu yang dapat membantuku?” Dan ajaib! Ia melihat satu malaikat di lokasi zam-zam sedang menggali tanah dengan tumitnya (atau sayapnya) hingga airnya memancar dari tempat itu. Ia lalu membentuk tangannya seperti mangkuk dan mulai mengisi tempat air minumnya yang terbuat dari kulit dengan air menggunakan tangannya. Dan air itu lalu mengalir keluar setelah dia menciduk sebagian diantaranya.” (HR Bukhari)

Karena air yang muncul begitu banyak dan terus mengalir, Siti Hajar mencoba membendungnya dan berkata “Zam, Zam, Zam” yang artinya “Berhenti, Berhenti, Berhenti.” Ucapan itu pun menjadikan air yang memancar tidak terus mengalir.

“Jika ia (Siti Hajar) telah meninggalkan air itu, (mengalir secara alami tanpa ikut campur tangannya), maka air itu akan mengalir di atas permukaan air.” (HR Bukhari)

Penjelasan tentang penggali sumur Zam-zam juga dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyah yang berkata, “Air zamzam adalah yang terbaik dan paling mulia dari semua air, yang tertinggi kedudukannya, yang paling berharga, paling mulia dan paling bernilai bagi manusia. Sumur Zamzam digali oleh malaikat Jibril dan airnya yang Allah gunakan untuk memadamkan rasa haus Ismail Alaihi Salam.”

Sementara itu penemuan letak sumur Zam-zam bermula ketika Nabi Ibrahim membawa istri beserta anaknya, Ismail ke sebuah gurun pasir yang gersang dan tidak berpenghuni. Tentu saja dalam diri istrinya, Siti Hajar terbesit sejumlah pertanyaan. Terlebih ketika Ibrahim beranjak pergi dan meninggalkan mereka berdua.

“Apakah ini perintah Tuhanmu?” tanya Siti Hajar.

Nabi Ibrahim menjawab, “Iya”.

“Jika begitu maka pergilah, karena Allah pasti akan menjagaku dan Ismail.” Ucap Siti Hajar.

Nabi Ibrahim pun beranjak pergi dan meninggalkan keduanya dalam keadaan yang sangat mengharukan. Selang beberapa hari persediaan makanan dan minuman keduanya menipis sehingga Ismail yang masih kecil pun menangis lantaran kehausan.

Siti Hajar yang tak ingin anaknya kehausan berupaya mencari air dengan bolak balik Safa Marwah dan jadilah sebuah syiar yang menjadi kewajiban bagi jamaah haji.

Hadist lain yang menyatakan bahwa malaikat Jibril yang menggali sumur Zamzam terdapat juga dalam riwayat Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu Abbas.

“Air zamzam bermanfaat untuk apa saja yang diniatkan ketika meminumnya. Jika engkau minum dengan maksud agar sembuh dari penyakit, maka Allah menyembuhkannya. Jika engkau minum dengan maksud supaya kenyang, maka Allah mengenyangkan engkau. Jika engkau meminumnya agar hilang rasa hausmu, maka Allah akan menghilangkan dahagamu itu. Ia adalah air tekanan tumit Jibril, minuman dari Allah untuk Ismail.” (HR Daruqutni, Ahmad, Ibnu Majah dan Ibnu Abbas)

Wallahu A’lam Bis Shawab

Baca Juga: