Fitnah Dajjal Ini Kian Terlihat, Namun Justru Banyak Peminatnya




Salah satu tanda berakhirnya dunia atau kiamat adalah kemunculan Dajjal beserta fitnahnya. Rasulullah sendiri jauh-jauh hari telah memperingatkan agar umat manusia berhati-hati dari fitnah Dajjal. Tak hanya bisa menutup kebenaran, namun juga membinasakan manusia di dunia maupun di akhirat.

Fitnah Dajjal Ini Kian Terlihat, Namun Justru Banyak Peminatnya

Salah satu fitnah yang dilancarkan oleh Dajjal dan kini mulai marak terlihat terdapat dalam sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah Rahimahullah.

“Diantara fitnah Dajjal ialah bersamanya ada surga dan neraka. Padahal, sesungguhnya nerakanya adalah surga dan surganya adalah neraka. Barang siapa yang mendapatkan cobaan dengan nerakanya, hendaknya ia berlindung kepada Allah dan membaca ayat-ayat di awal surat Al Kahfi.” (HR Ibnu Majah)

Bukankah Allah yang hanya bisa memberikan surga dan neraka yang sebenarnya? Namun ternyata fenomena tersebut seakan bisa dipegang oleh seseorang yang dianggap sakti saat ini. Jika surga dan neraka seakan berada di tangannya, bukankah begitu mudah untuk memunculkan harta, uang dan apapun yang diinginkan di dunia?

Itulah salah satu fitnah Dajjal yang nyata-nyatanya memang semakin marak terjadi sekarang ini. Sayangnya bukannya dijauhi, namun justru diminati banyak orang.

Fenomena fitnah Dajjal tersebut nampak terlihat dari sosok Dimas Kanjeng yang disebut dapat menggandakan uang secara gaib. Karena kesaktiannya tersebut, banyak orang yang berbondong-bondong mendatangi padepokannya. Bahkan oleh mereka yang bergelar pendidikan setara doktor profesor.

Padahal sejak dahulu hingga saat ini, menggandakan uang hanya dilakukan dengan melakukan jual beli dimana seperti modal awalnya hanya 100 ribu bisa menjadi 200 ribu. Penggandaan dengan cara jual beli itu pun tentu menimbulkan resiko jika memang barang yang dijual tidak laku.

Sementara jika menjanjikan bisa menggandakan uang tanpa resiko sedikit pun, hal tersebut patutnya diselidiki karena menyalahi sunatullah.

Secara logika lain pun tentu sangat aneh ketika seseorang mampu untuk menggandakan uang, sementara dirinya sendiri tak bisa hidup makmur atau bahkan menjadi orang terkaya sedunia layaknya Nabi Sulaiman.

Lantas yang menjadi pertanyaan bagi masyarakat sekarang ini adalah mengapa masih banyak orang yang percaya kepada sosok tersebut? Padahal nyata-nyata hal tersebut bertentangan dengan ajaran Islam dan logika diatas. Bagaimana bisa seorang yang bergelar profesor doktor dan termasuk jajaran tokoh justru menjadi pembela utamanya?

Memang itulah fitnah akhir zaman dimana kebenaran menjadi samar dan bahkan tak terlihat. Sementara yang buruk justru nampak menawan dalam pandangan pengikutnya.

Karenanya bagi umat Islam hendaklah senantiasa menguatkan akidah dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala serta mengikuti semua petunjuk Rasulullah agar terhindar dari beragam fitnah Dajjal.

Baca Juga:


Semoga Allah senantiasa melindungi kita semua dari fitnah Dajjal yang membinasakan. Aamiin





loading...

close ini