Di Akhir Zaman, Manusia Kembali kepada Kejahilan dan Penyembahan Berhala




Jika Islam sudah dihapus, al-Quran dilenyapkan, dan Allah Subhanahu wa Ta'ala mencabut nyawa semua orang yang dihatinya ada iman sekecil apa pun, maka kemanusiaan akan kembali kepada akhlak jahiliyah, bahkan lebih parah dari itu. Setan dipatuhi dan berhala diibadahi.

Di Akhir Zaman, Manusia Kembali kepada Kejahilan dan Penyembahan Berhala


Dalam sebuah hadits riwayat Abdullah ibn Amr di dalam Shahih Muslim, Rasulullah menceritakan kepada kita apa yang akan terjadi setelah kematia Isa AS di akhir zaman, “Kemudian Allah mengirimkan angin yang dingin dari arah Siria, sehingga tidak tersisa di muka bumi seorang pun yang di dalam hatinya terdapat sebutir zarah kebaikan atau keimanan. Semuanya mati, bahkan kalau ada di antara mereka yang masuk ke dalam gunung, maka angin itu akan masuk kepadanya dan mencabut nyawanya.” Abdullah ibn Amr berkata, “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Tinggallah orang-orang jahat dalam keringanan burung dan mimpi-mimpi binatang buas. Mereka tidak mengetahui kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Setan membuat peraturan dan berkata, “Apakah kalian akan patuh?” Mereka menjawab, “Apa yang Anda perintahkan?” Setang memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Pada waktu itu rezeki mereka berlimpah ruah dan kehidupan mereka sejahtera. Kemudian ditiuplah sangkakala’.”

Di antara berhala yang disembah adalah Dzulkhilshas, Thaghiyah Daus, Lata dan Uzza. Dalam shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari dihadapan Dzuklkhilshas, yaitu berhala yang disembah di zaman Jahiliyah.”

Dalam shahih Muslim diriwayatkan bahwa Aisyah mendengar Rasulullah SAW bersabda, “Malam dan siang tidak akan hilang sampai Lata dan Uzza disembah.”Aisyah berkata, “Ya Rasulullah saya menyangka ketika Allah SWT menurunkan ayat, ‘Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama kebenaran agar da memenangkannya atas semua agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya,’ maka itu telah selesai.” Beliau bersabda, “Hal itu akan terjadi sesuai kehendak Allah, kemudian Allah mengembuskan angin yang sejuk, lalu meninggallah semua orang-orang yang dalam hatinya ada sebiji keimanan, dan tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan. Mereka lalu kembali kepada agama leluhur meraka.”

Di zaman itu, akhlak manusia akan menjadi sangat bejat. Al-Bazzar dalam Musnadnya dan Ibn Hibban dalam shahihnya meriwayatkan dari Abdullah ibn Umar bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang bersenggema di jalan seperti keledai.” Abdullah ibn Umar bertanya, “Itu sungguh akan terjadi?” Beliau SAW menjawab, “Ya, itu sungguh akan terjadi.” Hadis ini mempunyai penguat pada riwayat al-Hakim, yaitu sebuah hadits marfu’ dari Abu Hurairah: “Demi Dzat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kiamat tidak akan terjadi hingga seorang laki-laki meniduri seorang wanita di jalanan. Orang yang paling baik saat itu adalah orang yang berkata, ‘Hai, mengapa tidak kamu lakukan di belakang tembok ini?’”

Hadis tersebut juga diperkuat oleh hadis an-Nawwas ibn Sam’an dalam hadisnya yang panjang tentang Dajjal serta Y’juz dan Ma’juz. Pada akhir hadis ini dikatakan, “Saat mereka dalam keadaan seperti itu, Allah mengirimkan angin yang sejuk yang berhembus di bawah ketiak mereka dan mengambil nyawa seluruh orang mukmin dan muslim. Tinggallah orang-orang jahat yang bersenggema seperti keledai. Pada merekalah kiamat terjadi,” (HR. Muslim, Ahmad dan al-Hakim).

Sumber: Ensiklopedia Kiamat/ Karya: Dr. Umar Sulayman al-Asyqar/Penerbit: Serambi