Baru Lahirkan Seorang Anak, Ibu Ini Terpaksa Tidur Di Gudang Rumah Sakit




Sudah seharusnya pihak rumah sakit memberikan pelayanan yang terbaik kepada pasien maupun keluarga yang menjenguk. Namun di RSUD Teuku Umar Calang, seorang ibu yang baru melahirkan terpaksa harus tidur di sebuah gudang ruang bersalin.

Ibu bernama Nurmala Hayati (28 tahun) tersebut sebelumnya melahirkan di Puskesmas Lhok Kruet dan dirujuk ke RSUD Teuku Umar Calang karena anaknya yang baru berusia 3 hari harus mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Baru Lahirkan Seorang Anak, Ibu Ini Terpaksa Tidur Di Gudang Rumah Sakit
Nurmala ditemani mertuanya tidur di gudang ruang bersalin rumah sakit (Aceh.Tribunnews.com)
Ditemani bersama ibu mertuanya, Nurmala terus menanti-nanti anaknya yang sudah dua hari dirawat di rumah sakit tersebut.

“Keluarga saya memang bukan orang kaya, tapi saat adik saya diperlakukan seperti ini hati saya sangat terpukul. Rumah sakit yang begitu luas tetapi gudang yang diberikan untuk tempat tidur. Para petugas tak punya perasaan,“ ucap Musliadi Z yang juga Ketua DPRK Aceh Jaya, sebagaimana dikutip dari Tribun Aceh, Senin (24/10/2016).

Kesedihan Ketua DRPK Aceh itu pun tak terbendung setelah melihat kondisi adik sepupunya yang ditempatkan dalam gudang penuh sesak dengan barang-barang. Menurutnya pihak rumah sakit harus tetap memberikan tempat yang layak kepada ibu yang baru melahirkan meskipun bukan seorang pasien.

Ia juga menyesalkan pelayanan rumah sakit yang telah ia perjuangkan bersama dengan para anggota DPRK agar bisa meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

“Hari ini keluarga saya yang mendapatkan pelayanan buruk, lantas bagaimana dengan warga lainnya, mungkin lebih buruk lagi. Saya tetap berharap agar ke depan pelayanannya bisa lebih baik, dan saya berharap agar pihak terkait untuk menindak petugas yang melakukan tindakan ini,” tutur Musliadi Z.

Sementara itu menurut Ernani Wijaya selaku Kadis Kesehatan Aceh Jaya, bahwa penempatan di gudang tersebut bukan atas inisiatif petugas, melainkan atas keinginan Nurmala.

“Bukan petugas yang menempatkan ibu bayi tersebut di gudang. Akan tetapi yang bersangkutan sendiri yang tidur di sana. Kita tetap memberikan pelayanan yang terbaik kepada semua masyarakat Aceh Jaya,” ungkapnya.

Ditambahkannya bahwa pada saat itu semua ruangan penuh dan tak ada tempat kosong.

“Atas permintaannya sendiri pergi ke rumah sakit untuk melihat anaknya dan tak mungkin tidur dalam ruang perawatan bayi,” lanjutnya.

Terkait pemberitaan terhadap rumah sakit yang menjadi tanggung jawabnya, dr Suriadi yang menjabat sebagai Direktur RSUD Teuku Umar Aceh Jaya mengaku menyesalkan tindakan para petugas yang menempatkan ibu baru melahirkan di dalam gudang.

“Ini ada oknum yang bermain untuk merusak citra rumah sakit. Saya lagi mencari oknum tersebut, sebab dari kita tak ada niat sama sekali untuk menempatkan ibu itu di dalam gudang,” katanya.

Setelah mendengar berita tersebut, dr Suriadi kemudian mendatangi rumah sakit dan meminta agar ibu yang baru melahirkan tersebut dibawa ke ruangan yang lebih layak.

“Saya selaku pimpinan mempercayai penuh kepada petugas untuk memberikan pelayanan kepada warga dengan baik. Namun di tengah-tengah harapan itu ada saja hal seperti itu terjadi, kita juga sangat menyayangkannya,” pungkasnya.