Mengharukan! Kisah Pengorbanan Orangtua Mengantar Motor Anaknya Berpuluh-Puluh Kilometer

Mengharukan! Kisah Pengorbanan Orangtua Mengantar Motor Anaknya Berpuluh-Puluh Kilometer

author photo
Pengorbanan orangtua memang tidak terkira, bahkan tak mampu kita balas dengan apapun. Seperti kisah orangtua ini yang rela menyusuri jalanan untuk sekedar mengantar motor anaknya yang tidak memiliki SIM.

Dilansir dari Ohbulan, anak bernama Mufarwa Farid ini begitu terharu dengan sikap kedua orangtuanya yang rela melakukan apapun demi sang anak.

Mengharukan! Kisah Pengorbanan Orangtua Mengantar Motor Anaknya Berpuluh-Puluh Kilometer

Dalam kisahnya ia menuturkan bahwa saat itu ia tidak memiliki SIM dan hanya mengendarai motor bututnya di sekitaran Kampus University Islam Antarbangsa (UIA) Malaysia di Gombak.

Ketika libur panjang tiba dan Farid ingin pulang, motor itu pun dibawa dan dikendarai oleh ayahnya menuju rumahnya yang berada di Seremban. Sementara jarak dari Gombak menuju Seremban sekitar 81 km. Bisa terbayang bagaimana susahnya sang ayah membawa motor butut tersebut yang hanya bisa melaju hingga kecepatan 60 km per jam.

Meski bersusah payah, akhirnya sang ayah mampu membawa motor tersebut ke kampung halaman. Setelah libur panjang usai, kejadian serupa pun kembali terulang dimana Farid tetap belum memiliki SIM dan kebingungan untuk membawa motornya ke kampus.

Beberapa pilihan memang dilontarkan oleh pihak keluarga, namun yang diputuskan dan dipilih oleh ayahnya seperti awal kedatangan motor tersebut yakni dengan mengantarkan kembali motor itu oleh dirinya sendiri.

Sementara Farid sendiri berangkat menuju kampus dengan menggunakan kereta api. Terbesit dalam pikirannya yang merasa kasihan dengan kondisi sang ayah yang harus mengantarkan motor dengan perjalanan yang cukup jauh dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Farid memang terlebih dahulu berangkat karena ada beberapa urusan di kampusnya dan sesaat setelah sampai di kampus, ayahnya kemudian mengirim pesan yang mengharukan.

“Abah dan Mak naik motor nih ke kampus, nanti jemput kami di sini,” ucap sang ayah.

Tak hanya itu saja, ayahnya juga mengirim foto keduanya yang sedang dalam perjalanan di media sosial keluarga. Sontak hal tersebut membuat Farid terharu dan ingin menangis.

“Tapi begitulah sifat orangtua. Apapun yang terjadi, mereka ingin yang terbaik untuk anak-anak mereka. Meskipun mereka tahu bahaya yang akan menimpa,” tuturnya.

Benar saja sesampainya berada di kampus, keduanya nampak kelelahan dan basah kuyup akibat hujan yang turun saat di perjalanan. Meski demikian mereka nampak bahagia bisa membantu anaknya.

Baca Juga:


Sungguh pengorbanan orangtua memang tak akan pernah pudar meski diterjang oleh waktu dan umur. Karenanya sudah sepantasnya bagi kita sebagai anak untuk berbakti dan senantiasa memberikan yang terbaik bagi keduanya.

Next article Next Post
Previous article Previous Post