Keduanya Senantiasa Berada di Sisi Kanan dan Kirimu




Sebenarnya, Roqib dan ‘Atid bukanlah nama malaikat, namun menunjukkan sifat malaikat pencatat amal perbuatan semua makhluk Allah yang bernyawa.

Sifat roqib itu menunjukkan malaikat yang senantiasa mengawasi manusia, berada di sisi kiri dan kanan. Sedangkan ‘atid menunjukkan malaikat yang selalu hadir di mana pun kita berada.

Allah Ta’ala berfirman,

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ . مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

“(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri. Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS. Qaaf: 17-18).

Ayat di atas menerangkan adanya malaikat yang mencatat amalan manusia. Setiap yang diucapkan oleh manusia pasti dicatat oleh malaikat yang selalu dekat dan selalu hadir. Malaikat tersebut tidaklah meninggalkan satu kata pun kecuali akan dicatat.

Sebagaimana pula Allah menyebutkan dalam ayat lain,

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَافِظِينَ كِرَامًا كَاتِبِينَ يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ

“Padahal sesungguhnya bagi kamu ada (malaikat-malaikat) yang mengawasi (pekerjaanmu), yang mulia (di sisi Allah) dan mencatat (pekerjaan-pekerjaanmu itu), mereka mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Infithar: 10-12).


Dari Thowus, Imam Ahmad berkata,

يكتب الملك كل شيء حتى الأنين. فلم يئن أحمد حتى مات رحمه الله

“Malaikat akan mencatat segala sesuatu sampai pun keluh kesah ketika sakit.” Oleh karena itu, Imam Ahmad tidak pernah berkeluh kesah ketika sakit sampai beliau rahimahullah menghembuskan nafas terakhir.

Al Hasan Al Bashri ketika membaca ayat (yang artinya), “(Yaitu) ketika dua orang malaikat mencatat amal perbuatannya, seorang duduk di sebelah kanan dan yang lain duduk di sebelah kiri”, lalu ia berkata, “Wahai manusia, telah dibentangkan padamu catatan amalan. Di sisi kalian ada dua malaikat yang mulia yang satunya berada di sisi kanan, yang lainnya di sisi kiri. Yang berada di sisi kanan, itulah yang mencatatat amalan kebaikan.

Sedangkan yang berada di sisi kiri, itulah yang mencatat amalan kejelekan. Jadi beramallah semaumu. Baik sedikit maupun banyak, semuanya akan dicatat dalam catatan amalanmu. Dan itu akan bersamamu di lehermu hingga engkau di kubur sampai engkau keluar untuk dihisab pada hari kiamat.

وَكُلَّ إِنْسَانٍ أَلْزَمْنَاهُ طَائِرَهُ فِي عُنُقِهِ وَنُخْرِجُ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كِتَابًا يَلْقَاهُ مَنْشُورًا اقْرَأْ كِتَابَكَ كَفَى بِنَفْسِكَ الْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

“Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada hari kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. “Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada waktu ini sebagai penghisab terhadapmu“.” (QS. Al Isra’: 13-14).

Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam bersabda, “Malaikat kanan merasa lebih kuasa daripada malaikat kirinya. Jika seorang muslim berbuat kebajikan, langsung dicatat malaikat kanan sepuluh kebajikan. Jika berbuat kejahatan, saat akan ditulis malaikat kiri, malaikat kanan memperingatkan, ‘Tahan dulu beberapa saat!’ Jika bertaubat, tidaklah jadi dicatat. Bila tak mau taubat, dicatat satu amal jahat.”

Keduanya Senantiasa Berada di Sisi Kanan dan Kirimu


Seorang muslim yang percaya terhadap hal-hal yang bersifat gaib yakin bahwa pada diri manusia terdapat dua malaikat. Yaitu malaikat yang mencatat semua amal perbuatan manusia untuk dilaporkan kepada Allah.

Buku catatan mereka inilah yang nanti akan menentukan tempat manusia di akhirat. Jika manusia menerima buku amalnya di sebelah kanan maka akan ketahuan bahwa amal kebaikan lebih banyak ia lakukan daripada kejahatan. Ia akan mendapat ganjaran surga. Demikian pula kalau hasil pencatatan malaikat dalam sebuah buku diberikan dari arah kiri atau belakang maka dia termasuk bakal penghuni neraka.

Dalam mencatat setiap amal perbuatan anak Adam, dijelaskan dalam hadits diatas malaikat yang bertugas mencatat kebaikan berada di sebelah kanan lebih berkuasa daripada malaikat yang mencatat kejahatan berada di sebelah kiri. Setiap manusia berniat melakukan kebaikan, malaikat kanan ini sudah mencatatnya sebagai satu amal kebaikan. Pada saat manusia tersebut melaksanakan niat baiknya tersebut, langsung dicatat sepuluh pahala baginya.

Pada saat manusia tersebut berniat melakukan kejahatan, malaikat kiri dilarang malaikat kanan mencatatnya. Bahkan kalaupun sudah berbuat kejahatan, malaikat kiri akan mencatat tetap disuruh menahan tintanya, jangan ditulis dahulu. Siapa tahu manusia akan bertobat sehingga catatan kejahatan dalam bukunya tidak ada. Apabila manusia tersebut khilaf tidak bertobat maka malaikat kiri hanya menuliskan satu kejahatan saja. Tidak dilipatgandakan sebagaimana amal kebaikan.

Demikianlah kemaharahmanan dari Allah. Ia sungguh kasih dan sayang terhadap umat-Nya. Allah sangat ingin manusia untuk berbuat baik dan meninggalkan hal-hal buruk. maka ia banyak memberikan “fasilitas” bagi mereka yang ingin beramal kebaikan. Bagi manusia yang mengetahui hal ini pasti akan memperbanyak amal dan menghindarkan kejahatan. Kalaulah muncul kejahatan, hanya terlintas sebentar dibenaknya, lalu hilang kembali.

Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah pada kita semua untuk beramal sholih dan meninggalkan segala keburukan, Aamiin.