Ikhlas Menerima Perjodohan, Sang Ayah Menulis Sebuah Pesan Yang Sangat Menyentuh Untuk Putrinya




Setiap manusia tentu menginginkan adanya pasangan yang akan mendampingi hidupnya tak hanya saat di dunia, namun juga saat di akhirat. Mereka pun berlomba-lomba mencari pasangan yang cocok dan mampu melengkapi hidupnya. Meski demikian, banyak diantara mereka yang justru terjerumus dalam kisah cinta yang semu lewat jalan berpacaran dahulu.

Ikhlas Menerima Perjodohan, Sang Ayah Menulis Sebuah Pesan Yang Sangat Menyentuh Untuk Putrinya

Tentu hal tersebut bukan jalan yang Allah ridhoi. Bahkan bisa menjerumuskan mereka ke dalam kehinaan yang bertambah-tambah. Tapi ternyata ada juga yang tetap bersikukuh untuk menjaga kesucian diri sebelum akhirnya mendapatkan jodoh yang tepat.

Salah satunya seperti seorang gadis bernama Nadhira Arini yang dijodohkan oleh orangtuanya dengan laki-laki bernama Farid Ramadhan. Kisah mereka semakin menjadi pembicaraan ketika muslimah yang akrab disapa Dhira ini mengunggah status yang mengundang banyak tanya.

Dilansir dari Tribun Solo, ternyata Dhira yang mengunggah momen pernikahannya pada hari Selasa (13/9/2016) tersebut dijodohkan oleh orangtuanya. Memang saat ini perjodohan seakan menjadi hal yang tabu dan terlihat memaksakan kehendak orangtua kepada anaknya. Sehingga hal yang dialami oleh Dhira pun menjadi pemberitaan.

Namun sang ayah yang bernama Jamil Azzaini mengunggah sebuah status yang sangat menyentuh dalam akun media sosialnya. Di dalamnya ia bercerita bahwa rasa cinta yang tumbuh setelah menikah akan lebih bermakna dan membuat hidup menjadi lebih berkah.

Berikut unggahan sang ayah yang menyentuh tersebut

Nasehat pertama. Anakku, jika cinta bisa dibuat skala antara 1 hingga 10, mungkin cintamu kepada suamimu hari ini skalanya masih satu atau bahkan kurang dari satu. Mengapa? Karena kamu belum mengenal dengan baik siapa suamimu. Kamu hanya percaya dengan seleksi yang dilakukan oleh orang tuamu. Kamu tetap teguh dengan komitmenmu untuk tidak pacaran."

"Tetapi ketahuilah anakku, apabila awalnya cinta hanya 1 kemudian suatu saat nanti menjadi 10, maka tingkat kepuasanmu akan jauh lebih baik karena kamu punya selisih 9. Berbeda dengan orang yang sudah sangat mencintai seseorang, misalnya nilainya 8 dan suatu saat setelah menikah menjadi 10, maka margin atau selisih cintanya hanya 2. Dan percayalah kepada bapak, pacaran setelah menikah akan mempercepat menaikkan skala cintamu, membuat hidupmu lebih berkah dan diliputi berbagai kepuasan."

Skala Cinta Prosesi akad nikah anak saya menjadi sahdu karena hadirnya nasehat perkawinan dari Ust. Yusuf Mansur dan saksi nikah sekaligus doa dari Felix Siauw. Sebagai ayah dari mempelai wanita, saya juga memberikan tiga nasehat untuk mempelai wanita dan tiga nasehat untuk mempelai pria. Berikut inti sari dari nasehat saya kepada anak perempuan saya. Nasehat pertama. Anakku, jika cinta bisa dibuat skala antara 1 hingga 10, mungkin cintamu kepada suamimu hari ini skalanya masih satu atau bahkan kurang dari satu. Mengapa? Karena kamu belum mengenal dengan baik siapa suamimu. Kamu hanya percaya dengan seleksi yang dilakukan oleh orang tuamnu. Kamu tetap teguh dengan komitmenmu untuk tidak pacaran. Tetapi ketahuilah anakku, apabila awalnya cinta hanya 1 kemudian suatu saat nanti menjadi 10, maka tingkat kepuasaanmu akan jauh lebih baik karena kamu punya selisih 9. Berbeda dengan orang yang sudah sangat mencintai seseorang, misalnya nilanya 8 dan suatu saat setelah menikah menjadi 10, maka margin atau selisih cintanya hanya 2. Dan percayalah kepada bapak, pacaran setelah menikah akan mempercepat menaikkan skala cintamu, membuat hidupmu lebih berkah dan diliputi berbagai kepuasaan. Pepatah orang kebanyakan berkata “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda.” Namun bagimu yang berlaku adalah “kesan pertama sedikit cinta, semakin hari cintamu semakin membara.” Naikkan terus skala cintamu dengan fokus melihat sesi baik dan kelebihan suamimu. Ingin tahu nasehat kedua dan ketiga? Bila yang menjawab YA lebih dari 50 di komentar, nasehat selanjutnya akan ditulis lagi. Bila tidak, maka tulisan cukup sampai disini. Salam SuksesMulia Jamil Azzaini CEO Kubik Leadership Founder Akademi Trainer Inspirator SuksesMulia

A photo posted by Jamil Azzaini (@jamilazzaini) on