Hati Hewan Kurban Berlafadz 'Allah' Gegerkan Masyarakat Kabupaten Bogor




Pelaksanaan Idul Adha tahun ini dilakukan secara serentak oleh seluruh umat islam di dunia. Selain melaksanakan sholat Ied secara berjamaah, aktivitas hari itu pun diisi dengan penyembelihan hewan kurban.

Hati Hewan Kurban Berlafadz 'Allah' Gegerkan Masyarakat Kabupaten Bogor

Berbagai kisah atau cerita unik tentang proses penyembelihan hewan ini juga menyita perhatian masyarakat, terutama setelah diunggah di media sosial. Selain hewan kurban yang masih tetap hidup meski sudah disembelih, ternyata ada fenomena lain yakni ditemukannya sebuah organ hati hewan kurban yang berlafadzkan ‘Allah’.

Organ hati yang diketahui berasal dari salah satu kambing kurban ini secara tidak sengaja ditemukan oleh masyarakat Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor. Saat itu panitia masjid Al Muhajirin Bojonggede hendak membungkus dan memotong-motong daging kurban untuk dibagikan kepada warga sekitar.

Salah satu panitia yang bernama Faiz ternyata menemukan hati kambing yang masih utuh dan bertuliskan lafadz ‘Allah’. Hal ini dituturkan oleh temannya yang bernama Naufal.

“Saat itu kita lagi membungkus daging untuk dibagikan. Teman saya, Faiz menemukan hati kambing berlafadz Allah,” ucapnya.

“Awalnya tidak begitu kelihatan, tapi pas dicuci ternyata itu benar-benar lafadz Allah,” lanjutnya saat berada di Masjid Al Muhajirin.

Melihat kejadian yang menakjubkan tersebut, Naufal dan Faiz langsung melaporkannya kepada ketua panitia dan yang lainnya. Berita keunikan hati kambing berlafadz ‘Allah’ itu pun lama-kelamaan terdengar ke seluruh warga dan mereka tampak begitu antusias melihat kebesaran Allah tersebut.

“Ini baru yang pertama kalinya mas, kita juga tidak menyangka sebelumnya,” tutur Naufal.

Tak ingin terjadi hal yang tidak diinginkan seperti adanya saling rebut atau dijadikan sarana kesyirikan, pihak panitia kemudian menyerahkan hati kambing dengan bobot 130 gram itu kepada tokoh agama setempat.

Sementara itu dari keterangan DKM Al Muhajirin, Ade Iwan Sahara mengatakan bahwa dirinya bersama dengan pengurus masjid lain tidak memberikan perlakuan khusus kepada hati kambing berlafadz Allah tersebut.

“Ini memang merupakan tanda kebesaran Allah, tapi hati tersebut tetap saja sama dengan hati lainnya. Akan diolah dan dimakan agar tidak mubazir. Sehingga tidak ada perilaku syirik dari warga,” ucapnya.

Baca Juga:







loading...

close ini