Dinobatkan Sebagai Manusia Tertua Sedunia, Ini Rahasia Mbah Gotho Agar Tetap Bugar Hingga Umur 146




Mbah Gotho yang sekarang berumur 146 tahun. dinobatkan menjadi manusia tertua yang masih hidup di dunia. Untuk sampai pada usianya sekarang, Mbah Gotho punya beberapa rahasia.

Dinobatkan Sebagai Manusia Tertua Sedunia, Ini Rahasia Mbah Gotho Agar Tetap Bugar Hingga Umur 146
Mbah Gotho, Manusia Tertua di Dunia, 146 Tahun


Berdasarkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang dimilikinya, dirinya lahir di Klaten, Jawa Tengah, 31 Desember 1870 lampau. Artinya, dia hampir berusia 146 tahun, melampaui rekor manusia tertua dari Jepang yaitu 112 tahun.

Dinobatkan Sebagai Manusia Tertua Sedunia, Ini Rahasia Mbah Gotho Agar Tetap Bugar Hingga Umur 146
Keterangan pada KTP yang membuktikan tanggal lahir Mbah Gotho.


Salah satu cucu yang merawat keseharian Mbah Gotho, Suryanto (45) mengatakan, di usianya yang sekarang, pendengaran dan penglihatan Mbah Gotho memang sudah jauh berkurang. Ketika ditanya soal resep dan rahasia agar selalu bugar dan tetap sehat, jawabann Mbah Gotho sangat sederhana.

Suryanto menjelaskan bahwa selama ini Mbah Gotho selalu berpesan untuk selalu sabar lan nerima (bersabar dan menerima) semua takdir yang digariskan.

"Mungkin karena selalu bersabar dan menerima itu, Mbah Gotho diberi panjang umur," tutur cucu paling bontot Mbah Gotho ini.

Suryanto menjelaskan bahwa Mbah Gotho hingga sekarang ini rajin sarapan dengan ubi atau ketela. Minumnya pun hanya teh dengan sedikit gula. Mungkin karena itu juga ia panjang umur, sehingga media luar negeri pun menyebutnya sebagai manusia tertua sedunia.

Selain itu, Mbah Gotho sampai saat ini juga masih rajin minum jamu dari daun pepaya. Sedikitnya tiga kali seminggu dirinya membikinkan jamu tersebut.

Siapkan pemakaman

Walau berpotensi memecahkan rekor sebagai manusia tertua di dunia, nyatanya Mbah Gotho sudah siap jika sewaktu-waktu dipanggil ke hadirat Allah subhanahu wa Ta'ala. Dia pun sudah menyiapkan pemakamannya sejak jauh hari.

Bahkan, nisan bertuliskan namanya sudah ada di samping rumah sejak tahun 1993 silam.

“Nisan itu untuk jaga-jaga, beli sendiri. Sudah komplet, rumah kuburan dan cungkup sudah siap,” ujarnya sambil menunjuk nisannya.

Keinginan Mbah Gotho itu sempat membuat was-was Suryanto.

“Persiapan Mbah Gotho terlalu lama, sejak tahun 1993 sampai sekarang. Awalnya takut dan khawatir itu firasat, tapi lama-lama jadi biasa saja.”