Tanda Kiamat: Jika Suami Sudah Takut Dengan Istrinya




Tanda Kiamat: Jika Suami Sudah Takut Dengan Istrinya │ Banyak yang tidak mengetahui jika ternyata fenomena suami takut istri termasuk dalam tanda-tanda kiamat. Padahal jelas-jelas fenomena tersebut hampir ada di setiap lingkungan masyarakat.

Tanda Kiamat: Jika Suami Sudah Takut Dengan Istrinya

Disebutkan dalam kitab Nihayatul A’lam karangan Syaikh Dr Muhammad Al Areifi bahwa selain mendurhakai seorang ibu, tanda kiamat lainnya adalah takut kepada istri. Keterangan yang menjelaskannya terdapat dalam hadist dari Abu Hurairah dimana Rasulullah bersabda,

“Apabila harta rampasan perang hanya dibagikan di kalangan orang kaya, seorang suami takut kepada istrinya dan durhaka kepada ibunya dan seseorang lebih dekat kepada temannya daripada ayahnya sendiri.” (HR Tirmidzi).

Memang fenomena tersebut kian marak saat ini sehingga menimbulkan adanya istilah “Ikatan Suami Takut Istri”. Padahal dalam Al Qur’an tertulis jelas bahwa seharusnya seorang laki-laki atau suami menjadi pemimpin bagi istrinya.

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ

“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena itu Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.” (QS. Annisa 34).

Begitu utamanya kedudukan seorang suami di hadapan istrinya membuat Rasulullah pun bersabda,

لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لأَحَدٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Andai aku boleh memerintahkan seseorang sujud kepada yang lain, tentu akan aku perintahkan wanita sujud kepada suaminya.” (HR Tirmidzi).

Karenanya penting bagi kita selaku suami untuk menyadari posisi dan kedudukan tersebut agar jangan sampai berada di bawah kekuasaan seorang istri. Bukankah dalam shalat pun seorang suami atau laki-laki harus menjadi imam bagi wanita?

Namun jangan sampai hal tersebut disalahartikan sehingga seorang suami bersikap semena-mena terhadap istrinya. Justru harusnya seorang suami mampu membina, memimpin dan bertanggung jawab atas setiap yang dilakukan oleh pasangannya.

Sementara itu bagi seorang istri, hendaknya menyadari bahwa meski memiliki kelebihan dibandingkan suaminya seperti pekerjaan, status sosial dan yang lainnya, seorang istri tetaplah dalam pandangan Allah memiliki kedudukan di bawah kekuasaan suaminya.

Takutlah kita semua jika menjadi salah satu tanda datangnya kiamat dan bersegeralah memohon ampunan kepada Allah Ta’ala serta memperbaiki hubungan untuk saling melengkapi menuju ridho-Nya. Wallahu A’lam

Baca Juga:








close ini