Tak Lulus Kuliah Kemudian Nekat Nikah Umur 21, Kini Penghasilannya 20 Juta Dalam 3 Jam




Laki-laki ini tidak lulus kuliah. dia keluar dari kuliah Teknik Pertambangan ITB Bandung atas kemauan sendiri. Penyebabnya, masuk ke jurusan Teknik Pertambangan sebenarnya hanya karena 'tuntutan'. Sebagian besar keluarganya merupakan pekerja di bidang pertambangan, sehingga ia dituntut oleh keluarga untuk menjadi karyawan di perusahaan ternama.

Nekat Nikah Umur 21 Dan Berani Ngontrak Dekat Kuburan, Kini Penghasilannya 20 Juta Dalam 3 Jam
Rendy Saputra sang CEO Keke Busana


Semakin ia mempelajari ilmu pertambangan justru semakin jauh dari keinginan. Ia mengalami sebuah kejenuhan yang sangat parah, bahkan sang dosen wali pun berlepas diri darinya.

Akhirnya ia pun benar-benar memilih untuk mengundurkan diri secara terhormat dari kuliah yang sedang ditempuhnya. Sebuah keputusan yang mungkin dianggap konyol oleh kebanyakan orang, namun ia ambil keputusan tersebut dengan penuh pertanggungjawaban.

Tak lama setelah itu, ia bersilaturrahim ke salah satu guru kehidupannya. Sang guru hanya memberi solusi yang tak diduga olehnya, “Jika hidupmu mulai kacau, menikah saja.”

Patuh pada sang guru, ia segera mencari pendamping hidup dan mengambil keputusan menikah di usia yang terbilang muda. tepat di usianya yang ke 21 tahun.

Awal-awal menikah itu pula beliau mulai menyusun tujuan hidup dan berusaha sungguh-sungguh untuk merealisasikannya. Meski tak lulus kuliah dan hanya lulusan SMA, beliau nekat memilih menjadi konsultan bisnis.

Tiap hari ia berkeliling dari berbagai usaha skala kecil yang ditemui, beliau menjajakan jasanya. Bengkel bubut, toko roti, dan usaha-usaha rumahan lainnya. Ia mendatangi tempat usaha tersebut dengan kepercayaan diri yang tinggi untuk menjual kemampuannya.

“Awal nikah,saya mengontrak di samping kuburan. Empat pekan setelah menikah, istri saya hamil anak pertama. Kondisi ekonomi ketika itu sukar, tapi saya tidak mau menyerah.” tuturnya.

Ia memulai menjadi konsultan sejak usia dua puluh tiga tahun. Dalam masa yang panjang tersebut, beliau senantiasa menambah pengetahuannya. “Jika kita gak kuliah, lihat saja di youtube. Jangan pernah berhenti untuk belajar.” katanya dengan penuh semangat.

Dalam masa pencarian dan perjuangan itu, beliau memutuskan untuk bergabung dengan satu perusahaan yang paling enak diajak kerja sama. Di perusahaan tersebut, ia belajar dengan sungguh-sungguh tentang dunia bisnis.

Qadarullah, beliau berhasil meramu ilmu yang didapat dari owner perusahaan tersebut hingga semuanya beliau rangkum dalam sebuah buku. Dan kini, beliau menjadi petinggi di perusahaan yang bergerak di bidang busana Muslim yang juga menjadi salah satu perusahaan terbesar di Indonesia.

“Ketika menjadi konsultan, Dari satu jam (mendapatkan) 500 ribu. sampai sekarang sudah pernah ada perusahaan yang memberikan 20 juta rupiah saat saya berbicara hanya dalam waktu 3 jam.” ujarnya dengan ramah.

Di antara kata-kata yang pernah beliau sampaikan kepada para peserta sebuah seminar yang diadakannya adalah motivasi agar kita bisa menaikkan value diri. Jika value bagus, imbasnya sudah pasti kita akan mendapatkan revenue bagus yang akan berakibat langsung ke dalam pemasukan dan kehidupan secara umum.

“Kita hari ini adalah harga kita masa lalu. Kerja kita hari ini adalah harga kita untuk masa depan.”

Itulah di antara nasihat laki-laki yang tak asing bagi sebagian kita, para pelaku usaha di negeri ini. Dia adalah Kang Rendy Saputra sang CEO Keke Busana. Beliau juga menjadi konsultan di Trusmi Grup Cirebon.

Beliau telah membuktikan bahwa ijazah atau gelar bukanlah penentu kesuksesan. Beliau juga membuktikan bahwa nikah muda bukanlah suatu penghalang, tapi bisa menjadi sebuah reaktor untuk menggapai kesuksesan dunia dan akhirat jika dijalani dengan ilmu, iman, dan takwa.

Wallahu a’lam.




loading...