Kisah Nyata Saat Berhaji, Ketika Allah Membalas Kesombongan Cak Heri




Kisah Nyata saat berhaji ini dituturkan oleh Achmad Heri atau akrab disapa Cak Heri, yang pada 2013 menjadi Karom (Ketua Rombongan) Jamaah Haji Gelombang II Embarkasi Surabaya, ia menceritakan pengalaman spiritualnya selama menunaikan ibadah haji di tanah suci. Dikarenakan berangkat pada gelombang II maka otomatis penerbangan menuju ke Jeddah dan langsung di Makkah. berbeda dengan gelombang I yang langsung menuju ke Madinah terlebih dahulu.

Kisah Nyata Saat Berhaji, Ketika Allah Membalas Kesombongan Cak Heri


Setelah tiba di Makkah Cak Heri langsung melaksanakan umroh dengan bertawaf bersama jamaah lainnya. Namun, sebelumnya sempat transit di pemondokan yang lokasinya tak jauh dari Masjidil Haram.

Ketika sedang berthawaf, Cak Heri melihat ada orang yang tidak dikenalnya. Orang tersebut memiliki keterbatasan fisik.

"Saat itu dalam hati saya langsung terbesit, apakah orang ini mampu melaksanakan thawaf, memutari Ka'bah tujuh putaran dengan kondisi seperti itu," ujar Cak Heri.

Ketika itu Cak Heri menjumpai orang yang tidak sempurna kakinya, sehingga saat dilihat, jalannya pun tertatih. Namun, Cak Heri menyatakan tidak sempat melontarkan secara lisan apa yang ada di dalam hati dan pikirannya. hanya sebatas dalam benak pikirannya saja.

Setelah bergumam, ia pun melanjutkan thawaf. Anehnya, ketika putaran pertama, ia ditabrak oleh jamaah haji yang memiliki kakinya tak sempurna tadi. Setelah menabrak Cak Heri, jamaah tersebut tiba-tiba menghilang di tengah kerumunan jutaan manusia yang sedang thawaf.

"Saya ditabrak oleh orang yang saya 'rasani' tadi, kemudian dia mendahului saya. Saya yakin dia adalah orang yang memiliki keterbatasan fisik itu tadi," jelasnya.

Kejadian tersebut terulang lagi pada putaran ketiga.

"Lha, di putaran ketiga, saya ditabrak lagi oleh orang tadi. Seketika itu saya sadar dan langsung beristigfar, meminta ampun pada Allah di depan Ka'bah," tutur Cak Heri.

Orang yang sebelumnya dipandang remeh ternyata lebih sehat dan lancar dalam menjalankan thawaf bersama jutaan manusia lainnya.

"Oleh karena itu, sekecil apa pun kesombongan akan ditampakkan oleh Allah SWT balasannya secara langsung. Lha saya itu kan hanya dalam hati saja. Tapi, masya Allah langsung ditampakkan di depan mata saya (balasannya)," ujar Cak Heri.

Cak Heri menuturkan, setiap jamaah yang sedang berhaji pasti akan mengalami kejadian-kejadian spiritual. Pada intinya kejadian-kejadian itu adalah cerminan diri dan harus dilakukan instrospeksi diri. Jika berbuat kesalahan, segeralah bertaubat dan istighfar.

Wallahu A'lam.