Kisah Haji: Kejujuran Yang Membawa Keberuntungan Bagi Mbah Salamah




Beragam kejadian yang tak bisa dinalar oleh logika kerap terjadi ketika jamaah haji sedang berada di Tanah Suci. Hal seperti itulah yang menimpa keluarga Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jombang, Farid al Farisi.

Kisah Haji: Kejujuran Yang Membawa Keberuntungan Bagi Mbah Salamah
Rak penitipan sandal di Masjid Nabawi sekarang ini


Tahun 80 an, Saat berada di Masjid Nabawi Madinah, satu keluarga yang sedang shalat di masjid Nabi tersebut kehilangan sandal, kecuali satu orang yakni Hajah Salamah yang tak lain adalah bibi Farid.

"Selesai shalat berjamaah di Masjid Nabawi sandal saya, istri saya, dan Bude Salamah dimasukkan ke dalam satu loker yang telah disediakan. Namun ketika selesai shalat ternyata sandalnya hilang, kecuali sandal bude saya," kata Farid, Kamis (18/8/2016).

Dan yang lebih membuatnya heboh, sandal Hajah Salamah itu tidak berada di loker penitipan, melainkan langsung berada di depannya ketika hendak meninggalkan Masjid Nabawi. Sementara keluarga yang lain sudah tidak punya sandal dan harus bertelanjang kaki menuju Pemondokan.

"Budhe saya santai karena sandalnya tidak hilang. Sementara Kami dan beberapa keluarga yang lain bingung. Padahal, loker tersebut terkunci dan kuncinya masih saya pegang," kata pria asli Sidoarjo tersebut.

Di balik itu semua, Farid mengungkapkan mengenal bibinya tersebut merupakan sosok yang jujur dan amanah dalam segala hal. Hajah Salamah adalah seseorang yang buta huruf dan tidak bisa membaca huruf latin. Namun ketika berjualan di pasar, ia adalah sosok yang terkenal kejujurannya.

"Budhe saya itu orang yang jujur meski dia tidak bisa menulis, membaca. Selain itu dia orang yang ikhlas dalam menjalankan ibadah. Mungkin ini hikmah di balik kejadian tersebut," jelas salah satu Pengasuh di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Jawa Timur, ini.




loading...