Ingin Jadi Pilot? Daerah Ini Berikan Beasiswa Penuh Bagi Penghafal Qur’an




Para penghafal Al Qur’an telah Allah lebihkan derajatnya tak hanya di akhirat saja, namun di dunia pun Allah lebihkan pula. Jika di Padang seorang penghafal Qur’an bisa bersekolah dimana saja ia suka, maka di Banyuwangi para penghafal Qur’an diberikan beasiswa penuh untuk menjadi seorang pilot.

Ingin Jadi Pilot? Daerah Ini Berikan Beasiswa Penuh Bagi Penghafal Qur’an
Ilustrasi
Dilansir dari Antara, Senin (29/8/2016) bahwa Pemerintah Banyuwangi memang telah bekerjasama dengan salah satu sekolah pilot dalam memberikan beasiswa kepada para pemuda untuk bisa menjadi pilot dengan syarat mampu menghafal Al Qur’an.

Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan bahwa sekolah pilot tersebut yang bekerjasama dengan pemerintah Banyuwangi adalah Mandiri Utama Flight Academy (MUFA) yakni sebuah sekolah pilot nasional yang dikenal luas dan membuka lembaganya di Banyuwangi.

“Bila selama ini Pemkab Banyuwangi memberikan beasiswa kepada mahasiswa yang berkuliah di perguruan tinggi, sekarang kami memfasilitasi anak-anak muda yang ingin berprofesi sebagai pilot. Profesi ini sangat menjanjikan, apalagi saat ini Indonesia sedang kekurangan pilot,” ucap Anas.

Meski diperuntukkan bagi para pemuda muslim, namun Azwar Anas menekankan bahwa fokus utama dari beasiswa tersebut adalah untuk para anak yatim. Mengapa demikian? Karena anak yatim sudah tidak memiliki figur ayah yang menjadi penopang ekonomi keluarga dan anak yatim juga perlu perhatian khusus. Terlebih lagi biaya untuk menjadi seorang pilot tidaklah sedikit.

“Tentunya ini akan sangat membantu mereka. Ini juga wujud komitmen Pemkab untuk memberikan kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat, terutama kepada mereka yang berprestasi namun terkendala biaya,” lanjut Anas.

Terkait beasiswa menjadi pilot yang diberikan bagi para penghafal Qur’an, Kepala Dishub Kominfo Pemkab Banyuwangi Suprayogi menuturkan bahwa selain hafal Al Qur’an, para pemuda muslim harus memenuhi syarat-syarat lainnya.

Beberapa syarat tersebut adalah merupakan lulusan SMA sederajat dan bisa berbahasa Inggris aktif dengan TOEIC 600. Tak hanya itu saja, mereka juga harus sehat jasmani dan rohani serta tidak mengalami buta warna.

Ketika telah memasuki proses pendaftaran, para siswa harus mengikuti seleksi dalam dua tahapan yakni seleksi administrasi dan seleksi teknis. Nantinya semua biaya seleksi hingga pendidikan akan ditanggung Pemkab dan MUFA.

“Semua pembiayaan mulai dari tahapan ujian hingga biaya pendidikan nantinya akan ditanggung antara Pemkab Banyuwangi dan MUFA. Bahkan MUFA siap membiayai semua biaya pendidikan selama masa pendidikan yang totalnya bisa mencapai 750 juta per orang,” pungkas Suprayogi.

Baca Juga: