Hanya Dengan Mengingat Allah, Hati Akan Menjadi Tenang




Kita selalu bertanya tentang berbagai masalah dalam kehidupan, Namun ternyata Allah sudah menjawabnya dalam Al Qur'an.

Hanya Dengan Mengingat Allah, Hati Akan Menjadi Tenang


Salah satu masalah terbesar yang kerap kita hadapi dalam kehidupan ini adalah hati yang tak bisa tenang, resah dan gelisah yang berkepanjangan. Penyebabnya tak lain dan tak bukan adalah urusan duniawi yang sebenarnya sudah diatur dalam Al Qur'an.

Dunia kesehatan modern telah banyak meneliti bahwa berbuat baik akan menenangkan hati, seperti memberi sumbangan untuk fasilitas sosial, memberikan bantuan pada kaum lemah dan berbagai amal lainnya.

Semua hal tersebut memang ada baiknya, namun belumlah bisa dikatakan hati mereka itu benar-benar bersih dan tenang, karena Hanya Dengan Mengingat Allah, Hati Akan Menjadi Tenang.

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ أَلا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (QS. ar-Ra’du: 28)

Artinya HANYA dengan mengingat Allah (berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala) mengadukan segala kegalauan dan kegundahan dalam hati kepada Allah maka semua kegundahan akan hilang dan berganti dengan kegembiraan dan kesenangan.

Bahkan, tidak ada sesuatupun yang lebih besar mendatangkan ketentraman dan kebahagiaan bagi hati manusia melebihi berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Salah seorang ulama salaf berkata, “Sungguh kasihan orang-orang yang cinta dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini.” maka ada yang bertanya, “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini?” Ulama ini menjawab, “Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya.”

Salah satu dzikir yang lazim diazarkan adalah menyebut Nama Allah, dengan menyebut nama-nama Allah akan membuat hati kita terisi dengan Cahaya Allah, sehingga tercapailah ketentraman dan ketenangan.

Jika amalan-amalan dzikir tersebut senantiasa dilakukan terus-menerus pagi dan petang sampai pagi lagi maka Akan berlimpahanlah hati yang berdzikir tersebut dengan Cahaya Allah yang merupakan puncak kemenangan yang hakiki.

Begitu banyaknya ayat-ayat dalam Alqur'an yang memerintahkan untuk berdzikir. yang mengisyaratkan betapa Mutlaknya kita berdzikir kepada Allah. Karena dengan berzikirlah hati menjadi tenang kemudian setelah tenang barulah Allah mau Singgah di hati orang tersebut.

Dalam hadist qudsi Allah berfirman:

"Tidak dapat memuat dzat-Ku bumi dan langit-Ku, kecuali "Hati" hamba-Ku yang mukmin, lunak dan tenang (HR Abu Dawud )

Jika Hati Hamba telah diliputi oleh Zat Allah maka tidak ada lagi musuh yang mampu membus meskipun musuh terberat manusia yaitu Iblis. Karena Iblis hanya takut kepada Allah.

Bayangkan jika hati kosong pastilah Iblis yang bercokol didalamnya yang membuat hati tidak bisa menjadi tenang, penuh dengan gelisah, prasangka, iri, dengki, marah dan sebagainya yang semuanya itu merupakan bisikan oleh si Iblis yang sangat licik.

Jika kita ingat kembali bagaimana proses nabi Adam digoda, Nabi Adam bukan digoda di Pasar malam atau di Club Malam, namun Nabi Adam digoda oleh Iblis di dalam Surga. Iblis dengan kesaktiannya bisa bolak-balik masuk ke surga.

Bagaimana dengan kita? apa kita bisa mampu ke Surga? Sehingga sangat mustahil kita bisa mengalahkan Iblis hanya dengan membacakan Ayat2 Alquran yang tidak beserta dengan Allah didalam hati.

Demikian pula jalan keluar dan penyelesaian terbaik dari semua masalah yang di hadapi seorang manusia adalah dengan bertakwa kepada Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجاً. وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لا يَحْتَسِبُ

”Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (dalam semua masalah yang dihadapinya), dan memberinya rezki dari arah yang tidak disangka-sangkanya” (QS. ath-Thalaaq: 2-3)

Dalam ayat berikutnya Allah berfirman:

وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً

“Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan menjadikan baginya kemudahan dalam (semua) urusannya” (QS. ath-Thalaaq : 4)

Artinya: Allah akan meringankan dan memudahkan (semua) urusannya, serta menjadikan baginya jalan keluar dan solusi yang segera (menyelesaikan masalah yang dihadapinya)







close ini