Begini Penyesalan Majelis Agama Konghucu Kepada DPRD Akan Sikap Arogan Salah Satu Umatnya




Begini Penyesalan Majelis Agama Konghucu Kepada DPRD Akan Sikap Arogan Salah Satu Umatnya
Perwakilan Majelis Agama Konghucu di Kantor DPRD Tanjung Balai (Yahya G Nasrullah/Hidayatullah.com)
Begini Penyesalan Majelis Agama Konghucu Kepada DPRD Akan Sikap Arogan Salah Satu Umatnya

Pada hari Kamis (04/08/2016) DPRD Kota Tanjung Balai didatangi oleh sejumlah perwakilan dari Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Kota Tanjung Balai guna menindaklanjuti persoalan di Tanjung Balai yang sudah tidak kondusif lagi.

Dalam pertemuan tersebut, Asan selaku Ketua MAKIN Tanjung Balai di hadapan Ketua Komisi A, Ketua Fraksi dan yang lainnya sangat menyesalkan terjadinya konflik yang merusak hubungan antar umat beragama di Tanjung Balai.

“Saya menyesalkan gara-gara satu orang, kebersamaan ini pecah,” ucapnya.

Dilansir dari Hidayatullah, dirinya pun mengaku bahwa kerusuhan tersebut sudah membuat kerukunan yang dibangun bertahun-tahun menjadi terganggu. Karenanya pihak Majelis Agama Konghucu menyatakan persetujuannya jika pemicu kerusuhan yang tak lain adalah umatnya sendiri yakni Meliana diproses secara hukum.

“Silakan dihukum. Jangan sampai karena masalah agama jadi saling sakit hati,” lanjutnya.

Selain itu, Asan juga mengaku tidak menjadi masalah jika umatnya tersebut tidak berdomisili lagi di Tanjung Balai.

“Gimana jalan keluarnya bila perlu kita usir dia dari Tanjung Balai, semua setuju,” tegasnya.

Memang apa yang diucapkan oleh Ketua MAKIN ini bukan tanpa alasan karena ia ingin agar daerahnya bisa kembali kondusif kembali. Ia pun berharap agar jangan sampai ada rasa benci dari pihak tertentu yang masih tertanam akibat ketidakpuasan atas kasus tersebut.

“Jangan tanamkan ke ramaja untuk benci. Saya merasa sedih mendengar teriakan, ‘Bakar.. bakar!’ Semoga ini bisa baik,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, pihak DPRD Tanjung Balai yang diwakili oleh Ketua DPRD, Bambang H Lobo merespon dengan baik kedatangan perwakilan dari Majelis Agama Konghucu. Ia pun berharap agar ada pernyataan resmi dari Majelis tersebut kepada umatnya untuk saling menjaga kerukunan umat beragama.

“Mudah-mudahan Tanjung Balai ini kembali damai kedepannya,” pungkas Bambang.

Baca Juga:





loading...

close ini