Begini Keadaan Terakhir Dari Guru SMK Di Makassar Yang Dipukul Oleh Orang Tua Siswa




Begini Keadaan Terakhir Dari Guru SMK Di Makassar Yang Dipukul Oleh Orang Tua Siswa
Dasrul terbaring di RS Bhayangkara (Mappesona/Merdeka.com)
Begini Keadaan Terakhir Dari Guru SMK Di Makassar Yang Dipukul Oleh Orang Tua Siswa

Kasus pemukulan salah satu orang tua siswa kepada seorang guru di Makassar menyisakan kekecewaan masyarakat terhadap sikap orang tua yang tidak tenang dan terlalu emosi dalam menyikapi laporan dari anaknya.

Karena pemukulan tersebut, Dasrul Guru SMK 2 harus menjalani pemeriksaan dan perawatan di RS Bhayangkara pada hari Kamis (11/8/2016) karena luka di bagian wajah yang membuat baju dinasnya bercucuran darah.

Ketika ditemui di Rumah Sakit, Dasrul menuturkan bahwa ia mengalami gangguan napas dan yang lainnya akibat pukulan yang langsung mengarah ke wajah.

“Terganggu pernapasan. Kata dokter, hidung saya patah akibat pukulan. Penglihatan mata kiri juga terasa kabur,” ucapnya, sebagaimana dilansir dari Merdeka, Jumat (12/8/2016).

Dirinya pun sempat menyayangkan banyaknya pemberitaan yang simpang siur dimana dalam suatu berita dinyatakan bahwa ia menginjak muridnya.

“Saya memang menampar tapi tidak keras. Itu spontan karena keluar kata kotor dari mulut anak ini. Lalu di luar beredar kalau saya menginjak-injak. Padahal kenyataan anak itu mulus saja, tidak ada bekas tendangan di pakaiannya,” lanjut Dasrul.

Sekedar informasi bahwa Dasrul menegur Af lantaran tidak membawa alat praktik sebagaimana yang ditugaskan kepada yang lainnya. Karena tak terima ditegur, Af kemudian melotot, mengeluarkan kata-kata kasar dan menendang pintu. Sontak Dasrul menampar sang murid dan Af langsung keluar sembari menelepon ayahnya.

Setelah cukup lama, Af datang bersama dengan ayahnya dan memukul Dasrul saat akan menuju ruang kepala sekolah. Mereka kemudian kabur karena siswa lainnya melihat kejadian tersebut.

“Saya spontan memukul. Siapa yang tidak kesal kalau anaknya dipukul,” ucap Adnan, ayah Af.

Sementara itu terkait adanya perbedaan informasi tentang kejadian tersebut, pihak kepolisian akan berusaha melakukan proses lebih lanjut.

“Soal dua versi berbeda antara korban dan pelaku, kita lihat saja nanti proses hukumnya,” pungkas Azis selaku Kapolsek Tamalate.

Baca Juga:







loading...

close ini